Perusahaan Ajukan Penundaan Pembayaran THR

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sejumlah perusahaan diketahui melakukan penundaan pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri. Pembayaran bahkan dilakukan hingga beberapa kali cicilan.

Cara tersebut dilakukan mengingat kondisi perusahaan tidak memungkinkan membayar langsung lunas akibat pandemi virus corona. Hal itu juga sesuai dengan kelonggaran yang sudah diberikan pemerintah pusat. Pemantauan bersama akan dilakukan secara ketat untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

Ketua Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo Sukarno, Kamis (14/05/2020) mengatakan, FPB Sukoharjo sudah melakukan pemantauan disejumlah perusahaan dan bertemu dengan pihak manajemen dan serikat buruh. Hasilnya diketahui sebagian kecil perusahaan sudah melakukan pembayaran THR kepada buruh.

Sistem pembayaran dilakukan sesuai ketentuan berupa satu kali gaji dan lunas dibayar 100 persen. Pembayaran tersebut telah dilakukan sejak beberapa hari lalu.

Temuan FPB Sukoharjo dalam pemantauan juga ditemukan sebagian besar perusahaan meminta penundaan pembayaran THR buruh. Hal itu diketahui setelah ada pertemuan dengan pihak manajemen dan serikat buruh. Pihak manajemen terpaksa mengambil kebijakan tersebut karena kendala ekonomi. Perusahaan sedang bermasalah ditengah pandemi virus corona.

“Sebagian kecil perusahaan sudah mulai membayar THR. Tapi sebagian besar perusahaan meminta penundaan pembayaran THR. FPB Sukoharjo masih terus melakukan pemantauan,” ujarnya.

FPB Sukoharjo melihat penundaan pembayaran THR dari pihak perusahaan sebuah dilema. Sebab disatu sisi perusahaan punya kewajiban membayar THR sesuai ketentuan sebesar satu kali gaji dan pembayarannya maksimal satu pekan sebelum lebaran, namun disisi lain perusahaan dihadapkan masalah ekonomi ditengah pandemi virus corona.

“Ada temuan kami disalah satu perusahaan meminta penundaan pembayaran THR dan dalam proses pembayarannya dicicil atau diangsur sebanyak lima kali,” lanjutnya.

Sukarno mengatakan, pada tahun ini dimungkinkan banyak perusahaan membayar THR setelah lebaran atau tidak sesuai ketentuan maksimal satu pekan sebelum lebaran. Kondisi tersebut sangat memberatkan buruh karena tetap harus memenuhi kebutuhan keluarga.

FPB Sukoharjo akan membuka posko pengaduan mengenai pembayaran THR. Buruh juga diminta aktif memberikan informasi ke petugas terkait kondisi di perusahaanya. Dengan demikian maka apabila ada pelanggaran maka bisa langsung ditindak tegas. (Mam)

BERITA REKOMENDASI