Petani Cabai Keluhkan Panen Tidak Maksimal

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Petani cabai mengeluhkan banyak tanaman rusak dan hasil panen tidak maksimal ditengah tingginya permintaan dan naiknya harga sekarang. Hal tersebut disebabkan karena pengaruh cuaca sering turun hujan deras dan angin kencang. Hasil panen yang didapat petani semuanya hasil terjual.

“Sekarang jelas banyak keluhan, seharusnya petani bisa panen maksimal dan mendapat untung banyak karena tingginya permintaan dan naiknya harga cabai. Tapi karena cuaca sering hujan dan angin kencang maka banyak tanaman rusak dan hasil panen tidak maksimal,” ujar petani cabai asal Kecamatan Kartasura, Wagiyono kepada KRJOGJA.com, Selasa (04/01/2022).

Petani masih berharap hasil panen maksimal setelah intensitas hujan menurun kedepan kerena permintaan cabai di masyarakat sekarang masih tinggi. “Masih tanam cabai, dan mudah-mudahan panen setelah ini baik dan tidak rusak lagi. Harapannya bisa dapat untung karena permintaan cabai masih tinggi,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, komoditas cabai bukan menjadi tanaman pilihan pertama petani untuk ditanam. Petani di Kabupaten Sukoharjo lebih memilih menanam padi, namun demikian ada beberapa petani disejumlah wilayah memilih menanam cabai. “Karena pengaruh cuaca sering hujan deras dan angin kencang sangat berpengaruh pada tanaman pangan baik padi maupun cabai,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo terus memberikan pendampingan pada petani. Hal ini dilakukan baik terhadap petani dengan tanaman padi maupun non padi seperti cabai dan palawija.

Pendampingan dilakukan untuk membantu proses mulai dari tanam, perawatan hingga panen. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo berharap petani mampu panen maksimal dan hasilnya dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok pangan di Sukoharjo. (Mam)

BERITA REKOMENDASI