Petani di Sukoharjo Terima Kartu Tani

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo secara bertahap melakukan pendistribusian kartu tani yang sebelumnya tertunda dibagikan meski sudah dicetak. Distribusi kartu tani dilakukan dengan melibatkan penyuluh pertanian. Total ada 10.197 kartu tani yang sudah dicetak namun belum dibagikan ke petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Senin (04/10/2021) mengatakan, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo langsung bergerak begitu mengetahui ada masalah terkait kartu tani. Sebelumnya petani mengeluhkan sudah lama belum menerima pembagian kartu tani. Padahal kartu tani tersebut diketahui sudah dicetak oleh pihak bank yang ditunjuk pemerintah pusat.

Gerak cepat dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo untuk mengurai masalah secepatnya. Pembagian kartu tani dilakukan secara bertahap dengan tetap berkoordinasi melibatkan pihak bank yang ditunjuk pemerintah pusat. “Persoalan kartu tani yang sempat terkendala karena belum dibagikan ke petani sudah terurai. Penyuluh kami di lapangan bersama dengan pihak bank mulai mendistribusikan kartu tani ke petani,” ujarnya.

Pembagian kartu tani mulai dilakukan dengan sasaran petani dibeberapa wilayah seperti di Kecamatan Gatak, Baki dan Polokarto. Penyuluh tani dan petugas bank mendatangi langsung petani untuk memberikan kartu tani. “Petani setelah menerima kartu tani tersebut maka bisa segera mengakses program pemerintah pusat demi memajukan pertanian di Sukoharjo dan petani itu sendiri,” lanjutnya.

Bagas menjelaskan, sesuai data diketahui Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah terinput di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) sejumlah 41.910. Namun yang valid 41.908 dan semua sudah tercetak. Hal itu didapati setelah Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menerima informasi resmi dari bank yang ditunjuk pemerintah terkait kartu tani.

e-RDKK dibutuhkan pemerintah untuk mengetahui jumlah petani dan kebutuhan pupuk. Dalam proses tersebut dikatakan Bagas harus mencantumkan NIK sebagai identitas pemilik sawah dan pengguna pupuk.

Bagas menambahkan, dari semua kartu tani yang sudah tercetak tersebut menurut informasi dari pihak bank pusat seluruhnya sudah terdistribusi ke bank cabang daerah. Namun pada kenyataanya dari hasil pendataan di masing-masing Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se Kabupaten Sukoharjo diperoleh data, kartu tani yang terbagi ke petani ada 31.711 atau 75,7 persen dari total yang sudah dicetak, kartu tani yang sudah digunakan 22.252 atau 70,2 persen dari total yang sudah terbagi, EDC terpasang 142 atau 103,6 persen dari jumlah KPL, EDC digunakan 137 atau 96,5 persen dari EDC terpasang, jumlah kios pupuk lengkap atau KPL 137. (Mam)

BERITA REKOMENDASI