Petani Didorong Perbanyak Pupuk Organik

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Petani didorong untuk memperbanyak penggunaan pupuk organik dan mengurangi bahan kimia. Hal itu dilakukan karena tuntutan pasar dimana masyarakat sekarang lebih suka terhadap produk organik. Selain itu juga menghilangkan ketergantungan terhadap pupuk kimia sehingga mengakibatkan kerusakan tanah.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengatakan sektor pertanian menjadi harapan besar bagi Pemkab Sukoharjo dan pemerintah pusat. Hasil yang didapat sudah tidak diragukan lagi, tapi dari sisi pengolahan masih perlu mendapatkan penanganan serius dari petugas. Hal itu berkaitan dengan upaya meningkatkan penggunaan pupuk organik.

“Dari laporan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memang petani perlu didorong lagi memperbanyak penggunaan pupuk organik atau alami dan mengurangi pupuk kimia,” ujarnya di Sukoharjo,, Selasa (18/02/2020).

Bupati menjelaskan, sesuai laporan dinas stok pupuk organik dibeberapa sentra penjualan resmi masih tersedia banyak. Sedangkan pupuk kimia justru sering habis.

“Petani sepertinya mengguna pola hafalan. Kalau tidak pakai dengan takaran seperti itu dan produk kimia tidak puas. Padahal menggunakan pupuk organik selain sehat juga membuat tanaman lebih subur,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, penyaluran pupuk pada musim tanam I (MT I) padi terus dipantau petugas. Pemantauan juga dilakukan selama setahun kedepan. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menjamin kebutuhan pupuk bagi petani terpenuhi selama tiga kali tanam kedepan.

Dorongan dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo dengan memberikan pendampingan langsung terhadap petani saat awal olah tanah dan tanam padi. Petani diajarkan tentang pentingnya menggunakan pupuk alami untuk meningkatkan hasil panen.

“Ketersediaan pupuk organik sebenarnya sangat melimpah. Terlebih lagi populasi ternak sapi dan kerbau di Sukoharjo sangat banyak dimana kotoran hewan tersebut dipakai sebagai bahan baku utama membuat pupuk. Namun kenyataanya di pasaran justru masih banyak tersisa dan petani lebih memilih kimia,” lanjutnya. (Mam)

BERITA TERKAIT