Petani Kerja Keras Tangani Serangan Hama

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tingginya permintaan beras selama pandemi virus corona membuat harga gabah ditingkat petani stabil tinggi. Kondisi tersebut membuat lega petani mengingat butuh kerja keras mendapatkan hasil panen baik ditengah serangah hama wereng dan tikus.

Petani asal Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura Dadi Mulyono, Senin (6/7) mengatakan, harga gabah panen pateni masih tinggi diatas Rp 4.500 per kilogram atau melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 3.700 per kilogram. Harga masih bisa lebih tinggi atau rendah melihat kualitas gabah yang dihasilkan petani “Rata rata harga gabah panen petani masih diatas HPP antara Rp 4.500 per kilogram hingga Rp 5.000 per kilogram. Tergantung kondisi gabah karena menghasilkan gabah panen berkualitas baik sekarang sulit akibat serangan hama wereng dan tikus,” ujarnya.

Dadi Mulyono mengaku, panen gabah miliknya dihargai tinggi Rp 4.500 per kilogram karena memiliki rata rata kualitas baik. Namun, ada petani disekitar wilayahnya gabah panen yang dihasilkan hanya dihargai Rp 4.000 per kilogram karena kualitasnya lebih rendah. “Posisi sekarang permintaan beras sangat tinggi karena pandemi virus corona. Jadi sebaiknya tanaman padi dijaga jangan sampai rusak diserang hama dan hasilnya nanti juga dihargai tinggi,” lanjutnya.

Harga gabah panen yang tinggi tersebut dijadikan Dadi Mulyono sebagai bekal mencukupi kebutuhan keluarga. Selain itu modal melanjutkan tanam padi berikutnya. “Musim Tanam selanjutnya nanti saya harap serangan hama hilang dan hasil panen baik. Kalau diserang hama terus dan kondisi pandemi virus corona membuat serba susah,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI