Petani Meninggal Tersambar Petir

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Joko Wibowo (33) warga Bangsri Gede RT 01 RW 10 Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo meninggal dunia setelah tersambar petir usai menggarap sawah, Rabu (12/2). Petani lain yang melihat kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan pada korban namun nyawanya tidak terselamatkan.

Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Gerry Armando, Rabu (12/2) mengatakan, kronologis kejadian bermula saat korban Joko Wibowo bersama dua petani lain yakni Panidi (62) warga Bangsri Gede RT 03 RW 10 Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo dan Handoko (41) warga Bangsri Gede RT 04 RW 10 Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo menggarap sawah sejak siang hingga sore hari. Sawah yang digarap tersebut milik Panidi terletak di Bangsri Cilik RT 01 RW 01 Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo.

Korban bersama dua petani lain kemudian selesai menggarap sawah sekitar pukul 15.30 WIB. Disaat itu turun hujan deras disertai kilatan petir. Mereka kemudian memutuskan pulang ke rumah. Saat itu Joko Wibowo menggunakan motor sendiri. Sedangkan dua orang lainnya Panidi dan Handoko sudah naik motor duluan dan berada tidak jauh di depan Joko. Petaka datang ketika Joko sudah menaiki motor dan akan melintasi jalan sawah, petir menyambar dan mengenai tubuh korban. Joko lantas terjatuh dari motor dan tidak sadarkan diri.

Panidi dan Handoko yang sudah ada di depan kemudian berbalik setelah melihat Joko Wibowo tergeletak. Petani lain yang melihat kejadian tersebut juga berusaha memberikan pertolongan. “Korban meninggal ditempat kejadian meski sudah dilakukan pertolongan dari petani dan warga,” ujarnya.

Kejadian tersebut dilaporkan warga ke Polsek Sukoharjo Kota. Selang tidak lama polisi dan petugas Puskesmas Sukoharjo Kota datang untuk melakukan pemeriksaan. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka.

“Hasil pemeriksaan memang meninggal akibat serangan jantung dikarenakan sambaran petir. Dan pihak keluarga juga sudah menerima,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI