Petani Pepaya Kalina Panen Besar

BOYOLALI (KRjogja.com) – Petani mulai mengecap manis hasil budidaya pepaya jenis kalina yang dikembangkan di Boyolali sejak setahun lalu.  Meski ukurannya kecil, namun pepaya ini menjadi primadona pasar dan dihargai dengan nilai yang lebih menggiurkan dibanding jenis pepaya lainnya.

Kepala Bidang  Produksi tanaman Padi dan Holtikura Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Dispertanhutbun) Boyolali, Supardi, akhir pekan lalu menjelaskan, beberapa waktu lalu petani mulai panen pepaya  kalina dari hasil budidaya yang dikembangkan setahun lalu di lahan seluas 15 hektare di wilayah Kecamatan Mojosongo, Musuk dan wilayah kecamatan Teras.“Pepaya kalina bisa mulai dipetik saat umur pohonnya 10 sampai 12 bulan dan bisa dipanen beberapkali dalam stahun,” kata Supardi.

Hasilnya panen, imbuhnya, cukup memuaskan. Sebagai perbandingan, jika di lahan seluas 2.000 meter persegi pepaya jenis lain mampu menghasilkan Rp 4 sampai Rp 6 juta sekali petik, hasil panen pepaya kalina bisa mencapai Rp 8 juta. Harga panen jenis pepaya unggulan ini lebih mahal dari jenis pepaya yang lain mencapai Rp 3.000 per kg dengan segmen pasar kalangan menengah ke atas. "Pepaya ini banyak dijual di supermarket di wilayah seperti Solo, Yogyakarta, Semarang  dan  Yogyakarta. Rasa pepaya jenis ini lebih manis dan lebih tahan busuk,” tambahnya. (M-9)

BERITA REKOMENDASI