Petani Tembakau Boyolali Optimis Hasil Panen Bagus

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Petani tembakau berharap panenan tembakau tahun ini akan membaik. Harga dan kualitas tembakau di Boyolali memang sempat hancur pada musim tembakau tahun lalu karena cuaca yang tidak mendukung. Bahkan di beberapa wilayah di Jawa Tengah, produksi panen tembakau tahun lalu masih menumpuk karena tak terserap.

"Karena kualitasnya jelek akibat faktor cuaca, sehingga hasil panenan tak seluruhnya terserap," kata Sekjen Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Syukur Fahrudin, Senin (24/07/2017).

Namun seiring kondisi cuaca sekarang dengan curah sinar matahari yang tinggi dan intensitas hujan yang turun, lanjutnya, para petani tembakau yang sebagian sudah mulai melakukan penanaman‎ bisa optimis hasil panenan akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun ia meski akan ada peningkatan kualitas panenan, namun jumlah produksi diperkirakan sama atau malah turun.

Untuk di wilayah Boyolali misalnya, cukup banyak petani petani yang tahun ini urung menanam tembakau dan berganti komoditas lain. "Misal di wilayah Boyolali bagian bawah terutama petani tembakau asapan. Ada pengurangan area lahan tembakau," tambahnya.

Wiro (65) petani tembakau asal Dukuh Kwojokulon, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono menuturkan, optimisme petani tembakau musim ini cukup tinggi. Selain pengaruh cuaca, tahun ini jumlah petani yang menanam tembakau tak terlalu banyak dibanding musim-musim sebelumnya.

Di desanya, jumlah petani yang mulai menanam tembakau tak lebih dari sepuluh petani saja. Padahal pada tahun lalu jumlahnya mencapai puluhan petani. "Jumlah petani tembakau sekarang berkurang karena sebagian dari mereka pada tahun lalu merugi karena musim hujan yang berkepanjangan," ujarnya. (R -11)

BERITA REKOMENDASI