Petani Tunggu Pembukaan Pintu Air Dam Colo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) belum bisa memastikan kapan pintu air Dam Colo, Nguter kembali dibuka. Sebab untuk kali pertama dalam sejarah penutupan dan pembukaan tidak sesuai jadwal. Petani berharap segera dilakukan pembukaan meski kondisi sekarang debit air mengalami penurunan drastis dampak kemarau panjang.

Plh Kasi Pelaksanaan Bidang operasional dan Pemeliharaan BBWSBS Santosa, Kamis (17/10/2019) mengatakan, sudah ada rapat terkait rencana pembukaan kembali pintu air Dam Colo, Nguter. “Untuk jadwalnya belum tahu. Baru akan dilakukan pengecekan informasi dulu,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Jigong Sarjanto mengatakan, terus menunggu perkembangan informasi dari BBWSBS selaku pihak pengelola Dam Colo, Nguter. Sebab pintu air yang sangat diharapkan petani untuk segera dibuka belum terlaksana sampai sekarang.

Pengurus P3A Dam Colo Timur menyoroti apa yang terjadi pada tahun ini di Dam Colo, Nguter. Untuk kali pertama dalam sejarah penutupan dan pembukaan pintu air tidak sesuai jadwal.

Sesuai jadwal pintu air Dam Colo, Nguter ditutup pada 15 September dan kembali dibuka pada 17 Oktober. Penutupan selama satu bulan dilakukan sebagai kegiatan rutin tahunan perawatan oleh pihak pengelola. Namun sampai batas waktu yang telah ditentukan ternyata pintu air Dam Colo, Nguter belum dibuka.

“Artinya penutupan pintu air Dam Colo, Nguter dilakukan lebih dari satu bulan pemeliharaan. Itu jelas membuat petani resah karena air dari Dam Colo, Nguter sangat dibutuhkan petani tidak hanya di Sukoharjo saja namun sepanjang aliran hingga Ngawi, Jawa Timur,” ujarnya.

Kondisi tersebut menyebabkan petani resah karena kebutuhan air untuk mengairi sawah belum terpenuhi. Hal tersebut dipicu karena debit air di Dam Colo, Nguter mengalami penurunan drastis. Kalaupun ada sisa air tidak mampu memenuhi kebutuhan pengairan sawah.

Air dari Dam Colo, Nguter sendiri sangat diharapkan petani untuk mengairi sawah disejumlah daerah meliputi Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen hingga Ngawi, Jawa Timur. Akibat debit air belum terpenuhi maka sawah di daerah tersebut kemungkinan besar tetap kering.

Belum terpenuhinya debit air di Dam Colo, Nguter yang berdampak pada molornya jadwal pembukaan pintu air lebih disebabkan faktor kemarau panjang. Cuaca panas dan tidak adanya hujan membuat suplai air menjadi tersendat. (Mam)

BERITA REKOMENDASI