Peternak Ayam Sambat, Harga Pakan Naik Sedang Harga Telur Turun

Editor: Ary B Prass

BOYOLALI, KRJOGJA.com– Para pengusaha ayam petelur di Boyolali mengeluh. Pasalnya, harga pakan untuk ayam petelur cenderung mengalami peningkatan signifikan. Di sisi lain, harga telur dari peternak ke tengkulak tak mengalami kenaikan, bahkan berpotensi terus menurun. Tentu saja kondisi tersebut membuat para peternak ayam petelur terancam rugi besar.
Peternak ayam petelur asal Boyolali, Bangkit Yoga Pratama mengatakan harga pakan semenjak Pandemi mengalami kenaikan harga. Saat ini, 1 kilogram jagung murni dijual seharga Rp 6.000 dari sebelumnya Rp4.000. Kenaikan pun membuat biaya operasional untuk pakan membengkak.
“Harga pakan menyentuh Rp6.000 untuk 1 kilogram jagung murni,” kata Bangkit Yoga, Rabu (1/9/2021)
Sebaliknya, harga jual telur dari peternak ke tengkulak justru stabil kisaran Rp 16.000 per kilogram. Bahkan, ada indikasi bahwa harga jual tersebut mengalami penurunan lagi. Kondisi tersebut tentu saja membuat peternak terancam mengalami kerugian.
“Kalau saat ini memang masih mendapat untung, tapi tipis. Kalau harga jualnya turun lagi bisa rugi,” tambahnya.

BERITA REKOMENDASI