Peternak Terima Bantuan Disinfektan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo bagikan disinfektan dan antibiotik pada peternak babi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan terjangkitnya virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi. Petugas juga disebar turun ke lapangan memantau langsung kondisi ternak babi. Apabila ditemukan dugaan penyebaran virus maka akan langsung dilakukan penanganan agar tidak menular.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Rabu (29/1) mengatakan, sudah ada instruksi resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian kepada semua daerah termasuk Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengantisipasi terjangkitnya virus pada ternak babi. Langkah tersebut dilakukan setelah ada temuan flu babi disejumlah daerah di Indonesia.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo setelah menerima instruksi dari pusat langsung melakukan penanganan. Langkah yang sudah diambil yakni memberikan disinfektan dan antibiotik pada peternak babi. Disinfektan dan antibiotik diharapkan langsung diberikan ke ternak babi sebagai bentuk perlindungan. Selain itu mencegah terjangkitnya virus pada ternak babi.

Disinfektan yang diberikan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah digunakan peternak babi dengan cara disemprotkan terhadap ternak babi dan kandang. Penyemprotan dimaksudkan untuk mematikan kemungkinan adanya virus yang bisa jadi penyebab penyakit.

Petugas juga memberikan antibiotik pada tenak babi untuk memperkuat daya tahan tubuh dari serangan virus. Dengan cara tersebut diharapkan tidak ada temuan kejadian flu babi di Sukoharjo.

“Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo juga telah melakukan sosialisasi dengan mengundang paguyuban dan peternak babi mengantisipasi bersama terserangnya ternak babi terhadap virus mematikan,” ujarnya.

Dalam sosialisasi diketahui para peternak babi di Sukoharjo juga merasa resah dengan adanya serangan virus disejumlah daerah. Akibat kejadian tersebut menyebabkan puluhan ekor ternak babi mati dan mengakibatkan peternak rugi besar. “Di Sukoharjo belum ada laporan temuan flu babi. Namun tetap kami antisipasi,” lanjutnya.

Netty menjelaskan, ASF sendiri menjangkiti ternak babi karena virus hog colera. Babi setelah terinfeksi akan mengalami pendarahan di organ dalam dan lapisan luar seperti di telinga, moncong dan muncul bintik merah. Akibat kondisi yang parah bisa menyebabkan ternak babi mati.

Peternak babi asal Dukuh Brontowiryan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura Puryono mengatakan, ikut resah dengan kemunculan virus yang mengakibatkan kematian pada ternak babi disejumlah daerah. Karena itu dirinya melakukan langkah antisipasi agar flu babi tidak menyerang.

“Usaha kami dengan terus menjaga kebersihan kandang dan pakan. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo juga telah membantu memberikan obat dan petugas penyuluh lapangan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI