Petugas Lakukan Pemeriksaan, Hewan Kurban Ini Kok Belekan?

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sebar petugas melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban disemua wilayah. Pada kegiatan tersebut untuk kali pertama melibatkan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sukoharjo. Hasil sementara diketahui ada satu kambing yang dijual menderita belekan sakit mata ringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Jumat (9/8/2019) mengatakan, pemeriksan hewan kurban dimulai sejak Jumat (9/8/2019) hingga Senin (12/8/2019) mendatang. Petugas disebar disemua wilayah di 12 kecamatan dengan mendatangi pengepul, pedagang, peternak dan tempat pemotongan hewan kurban baik sapi dan kambing. Pada pemeriksaan tahun 2019 ini untuk kali pertama dilibatkan dokter hewan dari PDHI Sukoharjo. Keberadaan dokter hewan tersebut sangat membantu dalam memastikan kelayakan sapi dan kambing sebagai hewan kurban.

Pemeriksaan dilakukan secara ketat dalam jangka waktu lama karena banyaknya hewan kurban. Pemantauan juga akan dilakukan petugas pada saat hari penyembelihan hewan kurban atau saat Idul Adha.

“Petugas akan disebar untuk memeriksa hewan kurban hingga H+1 Idul Adha atau Senin 12 Agustus mendatang,” ujarnya.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto mengatakan, hasil sementara pemeriksaan hewan kurban diketahui ada satu kambing menderita belekan. Kondisi tersebut dianggap wajar oleh petugas dan masuk kategori sakit mata ringan.

Temuan kambing belekan didapati petugas saat melakukan pemeriksaan disalah satu pengepul hewan kurban di wilayah Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo Kota. Petugas kemudian meminta kepada pengepul hewan kurban untuk memberikan obat secara tradisional menggunakan perasan air jeruk nipis.

Petugas sebenarnya memiliki obat untuk penanganan belekan pada kambing namun tidak diberikan. Sebab obat tersebut hanya akan diberikan apabila masuk kategori parah karena mengandung bahan non organik.

“Sementara baru ditemukan satu kambing yang dijual sebagai hewan kurban disalah satu pengepul di Sukoharjo terkena belekan. Tapi itu hanya ringan dan bisa sembuh cepat setelah diberi air jeruk nipis,” ujarnya.

Petugas menganggap wajar kondisi mata kambing belekan karena faktor kondisi cuaca. Sebab sekarang kemarau dan banyak debu berterbangan.

“Belekan hanya karena faktor debu saja dan bisa disembuhkan dan tidak membahayakan sebagai hewan kurban,” lanjutnya.

Sementara petugas yang disebar melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban kambing dan sapi secara menyeluruh. Pemeriksaan pertama dilakukan petugas dengan melihat kondisi fisik dari luar. Seperti cara sapi dan kambing makan, berdiri dan jalan. Apabila ada indikasi kambing dan sapi tidur lalu disuruh bangun mengalami kesulitan maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan juga dilibat petugas pada bagian muka dan mata sapi dan kambing. Kondisi hewan kurban sehat apabila dalam keadaan lembab.

“Bagian mulut dan gigi juga diperiksa oleh petugas. Apakah sudah sesuai aturan belum,” lanjutnya.

Khusus untuk sapi betina petugas nantinya akan memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR). Kedua surat tersebut wajib dimiliki pengepul dan pedagang hewan kurban.

“Meski sapi betina namun boleh disembelih saat Idul Adha asal memenuhi syarat memiliki kedua surat tersebut,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI