Petugas Pantau Kerawanan Perdagangan Daging Anjing

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Keberadaan anjing baik yang dipelihara maupun dilepasliarkan mendapat pemantauan ketat dari petugas gabungan. Hal itu sebagai bentuk antisipasi penularan penyakit rabies serta kerawanan perdagangan daging anjing oleh pedagang.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto, Jumat (26/07/2019) mengatakan, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo akan memperketat pemantauan khususnya terhadap keberadaan anjing baik yang dipelihara maupun dilepasliarkan. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK).

Pemantauan dilakukan berkaitan dengan kondisi anjing dan kesehatannya. Apakah berpenyakit atau tidak sehingga membahayakan masyarakat. “Kami memantau kondisi hewannya sedangkan DKK soal kesehatannya karena rawan penularan panyakit rabies,” ujarnya.

Pemantauan semakin diintensifkan setelah ada masukan dari Animal Friends Jogja (AFJ) dan Sahabat Anjing Surakarta (SAS) mewakili Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) tentang pelarangan konsumsi dan perdagangan daging anjing. Sebab di Sukoharjo sendiri ternyata memiliki tingkat pelanggaran tinggi.

Yuli mengatakan, hasil pendataan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo diketahui ada 30 pelaku usaha memperdagangkan daging anjing. Dalam setiap hari diperkirakan ada 35 ekor anjing disembelih untuk diambil dagingnya. Namun jumlah pedagang dan anjing yang disembelih bisa berubah mengingat data sekarang belum sempurna.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Sukoharjo Purnomo mengatakan, DKK Sukoharjo sudah melakukan pemantauan khususnya terhadap hewan anjing. DKK Sukoharjo mencatat pada beberapa tahun terakhir ada kasus gigitan anjing pada manusia.

“Penanganan bisa dilakukan ditingkat bawah Puskesmas atau dirujuk ke rumah sakit. Namun tidak semua kasus gigitan anjing korbannya diberi vaksin rabies,” ujarnya.

Pada kasus gigitan anjing DKK Sukoharjo juga pernah mencatat ada korban akhirnya mendapatkan vaksin rabies. Vaksin dimintakan pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

“Soal masukan dari AFJ dan SAS tentang pelarangan konsumsi dan perdagangan daging anjing, DKK Sukoharjo sejak awal sudah melakukan pemantauan khususnya berkaitan dengan kerawanan penyakit rabies. DKK Sukoharjo setelah ini juga akan melakukan pendataan terhadap pedagang makanan yang menjual menu olahan daging anjing,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI