Petugas Pantau Penjualan Takjil

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Makanan dan minuman takjil buka puasa mendapat pemantauan ketat dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Petugas melakukan pemantauan dan mengambil sampel untuk diteliti di laboratorium. Hal itu dilakukan untuk menjamin tidak ada peredaran takjil mengandung bahan kimia berbahaya.

Kasi Farmasi Makanan dan Minuman, Alat Kesehatan, Perbekalan Kesehatan (Farmamin, Alkes dan Perbekes) DKK Sukoharjo Sahrodji, Senin (05/06/2017) mengatakan pantauan takjil sudah dilakukan sejak awal puasa hingga sekarang. Pemantauan dilakukan merata di 12 kecamatan. Petugas mendatangi wilayah yang terdapat banyak kerumuman pedagang penjual takjil. Selanjutnya diambil beberapa sampel makanan dan minuman yang dicurigai.

Sampel tersebut, kata Sahrodji kemudian diteliti di laboratorium kesehatan milik Pemkab Sukoharjo. Hasilnya hingga sekarang belum keluar karena masih diteliti. Petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan ada tidaknya kandungan bahan kimia dalam sampel makanan yang diambil.

"Kalau tidak ada temuan maka aman. Tapi bila mengandung bahan kimia berbahaya maka petugas akan melakukan pembinaan terhadap pedagang,” ujar Sahrodji.

Dia menambahkan pedagang apabila kedapatan menjual makanan dan minuman mengandung bahan kimia tidak diberikan sanksi berupa proses hukum. Mereka hanya diberikan pembinaan dari petugas agar tidak mengulangi perbuatannya. Hal itu dilakukan karena memang pengaturan, ditegaskan Sahrodji berupa pembinaan saja. (Mam)

BERITA REKOMENDASI