Petugas RSPD Tak Pungut Biaya Parkir

KLATEN, KRJOGJA.com – Petugas RSPD Klaten tidak menarik biaya parkir dan penyeberangan jalan bagi semua tamu undangan, yang mengadakan kegiatan di gedung Sunan Pandanaran kompleks RSPD.

Kabag Humas Setda Klaten, H Wahyudi Martono didampingi Kepala Studio RSPD Klaten Ngadimin, menegaskan, di dalam RSPD Klaten mulai pintu gerbang sampai ke halaman tidak ada petugas RSPD yang menarik biaya parkir.

“Selanjutnya, jika di luar gapura ada yang menarik parkir, itu bukan petugas dari RSPD. Kemudian saat mobil meninggalkan RSPD dengan menyeberang jalan dan jika saat menyeberang jalan ada yang menarik biaya, itu juga bukan dari RSPD, tetapi petugas parkir liar yang bukan menjadi tanggung jawab RSPD Klaten,” tegas Kabag Humas Setda Klaten, H Wahyudi Martono .

Lebih lanjut Wahyudi Martono mengemukakan, penegaskan itu perlu ia sampaikan menyusul munculnya keluhan salah seorang tamu undangan yang hadir pada acara Kejaksaan Negeri Klaten, saat peluncuran Si Petruk dan Simpatik di RSPD Klaten, Selasa, 24 September 2019.

Keluhan yang menyudutkan RSPD Klaten tersebut disampaikan melalui media sosial (medsos), sehingga cepat tersebar di masyarakat. Sehubungan hal itu, Bagian Humas Klaten perlu meluruskan kejadian yang sebenarnya.

Pada jumpa pers akhir pekan kemarin, selain menghadirkan puluhan wartawan, juga dihadiri perwakilan dari Kejaksaan Negeri Klaten.

Selain itu juga menghadirkan tiga orang tukang parkir liar yang mengais rejeki  saat acara Kejaksaan Negeri Klaten. Tiga orang tersebut memungut uang parkir di luar gapura RSPD Klaten dan menyeberangkan jalan. Masing-masing Mbah Jonet, Kelik Parwanto alias Gendut dan Lambat.

Wahyudi Martono menegaskan, jika ada pegawai RSPD Klaten khususnya Tenaga Harian Lepas (THL) yang ikut menarik parkir saat acara Kejaksaan Negeri Klaten dan menarik saat menyeberangkan jalan, maka pihanya tidak segan-segan untuk memberhentikan. Selanjutnya masalah parkir di Halaman Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten.

Sementara itu Kelik Parwanto alias Gendut pada acara tersebut mengakui dirinya yang menarik uang saat menyeberangkan jalan. Pada saat itu saat ada mobil yang menyeberang jalan lalu dibantu dan memberi uang Rp 50.000, lalu dikembalikan Rp 45.000. Sebenarnya akan dikembalikan Rp 48.000, namun saat mencari uang pecahan Rp 3 ribu belum dapat lalu orang tersebut pergi sehingga baru dikembalikan Rp 45.000. 

Gendut mengatakan, pada acara Kejaksaan Negeri Klaten tersebut seluruhnya dari parkir di luar halaman RSPD dan menyeberangkan jalan mendapat Rp 97.000 lalu dibagi bertiga. Atas kejadian itu Gendut, Mbah Jonet dan Lambat mengaku menyesal dan minta maaf kepada Kabag Humas Klaten dan Kepala Studio RSPD Klaten Ngadimin SST.

Mbah Jonet, Kelik Parwanto alias Gendut dan Lambat membuat surat pernyataan yang isinya tidak mengulangi lagi menarik biaya parkir dan penyeberangan jalan. Jika melanggar surat pernyataan ketiga parkir liar bersedia diproses hukum sesuai hukum yang berlaku. (Sit)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI