Pilkades Serentak Boyolali Usai 229 Kades Dilantik

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Sebanyak 229 kepala desa hasil Pilkades serentak Boyolali yang digelar akhir bulan Juni lalu, resmik dilantik, Senin (12/08/2019) di Pendopo Ageng Boyolali. Para kades tersebut diminta untuk segera tancap gas dalam proses pembangunan di desa masing-masing.

Usai pengambilan sumpah jabatan, Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat menegaskan, para kades harus mempunyai prioritas, sehingga arah dalam pembangunan di desa bisa fokus dan maksimal. Sistem pengelolaan data di desa juga mesti dibenahi, sehingga berbagai program bisa terlaksana dengan baik.

Target pertama, katanya, seluruh kepala desa yang baru tersebut harus mulai menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dengan tenggat waktu paling lama enam bulan ke depan. RPJMDes ini diperlukan secepatnya agar arah pembangunan di masing-masing desa bisa dipantau dan diukur serta yang paling penting, kebijakan desa tidak melenceng dari aturan.

Pun dengan sistem pengelolaan keuangan desa harus segera dibenahi. "Perkembangan saat ini, keuangan desa tiap tahun semakin besar. Makanya perlu pengelolaan yang profesional dan transparan," kata Said.

Diantara 229 kades baru tersebut, termuda adalah Sopa yang terpilih sebagai Kades Desa Lemah Ireng, Kecamatan Wonosegoro. Mantan pekerja pabrik di Jawa Barat ini terpilih di usia 25 tahun. Untuk meningkatkan kesejahteraan desa, ia sendiri akan mengaplikasikan program sesuai janji kampanyenya lalu dengan memaksimalkan potensi di desanya, yakni pengembangan BUMDes untuk ayam potong dan petelur. "Desa kami sekarang sudah lumayan maju, tapi ke depan pasti akan lebih maju lagi," tandasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI