Pintu Air Dam Colo Ngute Ditutup Sementara

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pintu air Dam Colo, Nguter resmi ditutup sementara terhitung 16 September hingga satu bulan kedepan untuk perawatan rutin tahunan. Dampak dari penutupan tersebut membuat ribuan hektar sawah di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Sragen hingga Ngawi, Jawa Timur terancam kekeringan akibat kekurangan air. Bahkan apabila tidak terselamatkan maka petani bisa menderita kerugian besar karena gagal panen.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Jigong Sarjanto, Senin (16/9) mengatakan, penutupan pintu air Dam Colo, Nguter sudah menjadi agenda tahunan pihak pengelola untuk melakukan perawatan rutin. Sebab dalam satu tahun sekali harus dilakukan beberapa kegiatan perawatan seperti pembersihan dan pembangunan apabila diperlukan. Penutupan sepenuhnya menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Penutupan pintu air Dam Colo berdampak pada tidak teralirkannya lagi air ke sawah petani. Kondisi tersebut membuat tanaman padi petani terancam kekeringan akibat kekurangan air. Petani harus mencari sendiri sumber air selain Dam Colo, Nguter karena sudah dilakukan penutupan. Sumber alternatif yakni menggunakan sumur pantek. 

"Secara umum kondisi lahan pertanian di Sukoharjo masih aman setelah dilakukan penutupan pintu air Dam Colo, Nguter. Hanya sebagian kecil memang mengkhawatirkan karena posisi sekarang tanaman padi masih berusia muda sekitar 50 hari," ujarnya.

Tanaman padi dalam kondisi mengkhawatirkan berada di wilayah Kelurahan Sonorejo, Kelurahan Parangjoro, Kelurahan Gayam semua di Kecamatan Sukoharjo Kota. Serta Desa Mulur di Kecamatan Bendosari. Tanaman padi tersebut berusia sekitar 50 hari dan sangat membutuhkan air. Apabila tidak terpenuhi maka dikhawatirkan bisa menyebabkan tanaman padi mati.

"Wilayah lain masih aman karena petani sudah panen dan belum melakukan tanam padi lagi. Tanam dilakukan nanti menunggu hujan datang," lanjutnya.

Jigong Sarjanto mengatakan, petani sudah diminta untuk tidak melakukan tanam padi sekarang. Proses persiapan tanam baru boleh dilakukan paling cepat setelah 16 Oktober mendatang. Waktu tersebut dipilih karena menunggu dibukanya kembali pintu saluran air Dam Colo, Nguter setelah dilakukan penutupan selama satu bulan. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI