PKL Curhat ke DPD Soal Pembatasan Jam Operasional

Sudarsi mengatakan, pedagang di Solo Baru, Grogol keberatan diminta tutup pada pukul 19.00 WIB. Meski sekarang ada kelonggaran sampai pukul 21.00 WIB pedagang tetap saja masih keberatan. Sebab mayoritas pedagang baru membuka usahanya pada malam hari.

“Pedagang inginnya berdagang dengan aman dan nyaman. Kami minta solusi agar pedagang tetap bisa berdagang sebagai sumber pencaharian,” lanjutnya.

Perwakilan PKL Sukoharjo Tri Astuti mengatakan, pembatasan jam operasional sangat memberatkan bagi pedagang. Sebab pedagang yang biasanya bisa berjualan sampai malam hari sekarang justru dibatasi pukul 19.00 WIB dan sekarang dilonggarkan pukul 21.00 WIB.

Tri Astuti mengaku dirinya dan suami sangat tergantung dengan hasil jualan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Astuti menilai, pada intinya kan tidak ada kerumunan, jika tidak ada kerumunan seharusnya tidak masalah. Terlebih lagi, pada siang hari seperti di pasar tradisional justru lebih ramai.

Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati menjelaskan dihadapan perwakilan pedagang, pemerintah menerapkan PPKM sebagai bagian dari usaha pencegahan penyebaran virus corona. PPKM diterapkan tidak hanya di Kabupaten Sukoharjo saja, melainkan juga disejumlah daerah.

Penerapan PPKM tersebut berdampak salah satunya terhadap pembatasan jam operasional pedagang. Apabila sebelumnya bisa membuka usaha tanpa ada batasan jam, maka sekarang dilakukan pembatasan sampai pukul 19.00 WIB untuk makan ditempat dan pukul 21.00 WIB layanan pesan antar.

“Kenapa pembatasannya malam hari kan seperti itu yang ditanyakan pedagang, sebab tubuh manusia semakin malam imunitas menurun. Karena itu saat malam hari rawan tertular virus corona apalagi kondisi imunitas turun dan kita tidak tahu berada di lingkungan berpotensi penularan,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI