PLN Sukoharjo Temukan Dugaan Pencurian Listrik

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Kasus dugaan pencurian listrik ditemukan dan dilaporkan oleh warga disalah satu desa di Kecamatan Weru kepada pihak PLN Rayon Sukoharjo. Hasil pemeriksaan diketahui ada unsur kesengajaan dan menimbulkan kerugian akibat tagihan belum dibayarkan sebesar Rp 38 juta. Apabila tidak segera dibayar maka kasus tersebut akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo.

Manajer PLN Rayon Sukoharjo Untung Cahyono didampingi staf transaksi enegri Danis Novita Perdana ditemui di kantor PLN Sukoharjo, Rabu (03/08/2016) mengatakan, kasus dugaan pencurian listrik dilaporkan secara resmi oleh warga kepada pihak PLN Rayon Sukoharjo pekan lalu. Selanjutnya dari laporan tersebut ditindaklanjuti PLN Rayon Sukoharjo dengan menerjunkan petugas melakukan pengecekan secara langsung di lapangan.

Hasilnya diketahui memang benar sesuai laporan ada dugaan pencurian listrik. Petugas menduga terjadi pencurian listrik setelah menemukan adanya kabel yang terhubung dari dua mesin pompa air di sungai ke aliran di penerangan jalan umum (PJU).

Aliran listrik dari PJU kemudian dipakai untuk menggerakan mesin pompa air. Setelah bisa dipakai maka pompa akan mengalirkan air dari sungai yang dipakai oleh warga. Temuan tersebut kemudian didokumentasikan oleh PLN Rayon Sukoharjo sebagai bukti pelanggaran.

“Akibat pelanggaran dugaan pencurian listrik tersebut masyarakat sekitar ikut dirugikan karena saat mesin pompa air beroperasi menyebabkan tegangan listrik menjadi terganggu karena selalu naik turun tidak stabil,” ujar Untung Cahyono.

Dari perhitungan PLN Rayon Sukoharjo diketahui akibat dugaan kasus pencurian listrik tersebut menimbulkan kerugian sebesar Rp 54 juta. Nominal tersebut muncul setelah tagihan listrik selama dua bulan belum dibayar. Jumlah itu bisa bertambah apabila pada tagihan bulan ketiga Agustus ini juga tidak dibayar. (Mam)

BERITA REKOMENDASI