PMK Belum Selesai, Semua Pasar Hewan di Sukoharjo Tutup Total

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penutupan semua pasar hewan di Kabupaten Sukoharjo direkomendasikan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo untuk diperpanjang. Sebab batas waktu penutupan awal selama dua pekan sudah habis pada Senin  (6/6/2022). Rekomendasi penutupan diberikan setelah melihat masih tingginya kasus penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Arif Rahmanto, mengatakan, kondisi pasar hewan di Kabupaten Sukoharjo sudah ditutup selama dua pekan. Batas waktu penutupan awal dua pekan tersebut habis pada Senin (6/6) ini. Penutupan pasar hewan dilakukan sebelumnya setelah ada temuan PMK pada hewan ternak yang dijual.

Penutupan pasar hewan dimaksudkan sebagai bentuk meminimalisir penyebaran PMK di pasar hewan dan termasuk hewan ternak yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo dengan adanya penutupan pasar hewan juga memanfaatkanya dengan melakukan upaya penanganan hewan ternak yang terkena PMK.

Selama penutupan pasar hewan para pedagang diminta mematuhi ketentuan. Pedagang dilarang berjualan demi menekan penyebaran PMK sekaligus menjaga kesehatan hewan ternak.

“Semua pasar hewan di Kabupaten Sukoharjo sudah tutup selama dua pekan dan habis pada Senin (6/6) ini kami rekomendasikan untuk diperpanjang. Sebab kasus PMK belum selesai,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo sebagai pihak yang berwenang terkait pengelolaan pasar hewan.  Rekomendasi nantinya diberikan dan diharapkan ditindaklanjuti demi menjaga kondisi kesehatan hewan ternak dan menekan penyebaran PMK.

Sebelumnya koordinasi sudah dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo saat penutupan pasar hewan selama dua pekan. Penutupan diputuskan bersama setelah ada temuan kasus PMK.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menemukan kasus PMK pada hewan ternak di pasar hewan setelah melakukan pemantauan dan pemeriksaan. Selain itu juga berdasarkan laporan dari pedagang dan pengelola pasar.

Berdasarkan evaluasi Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo diketahui penularan PMK pada hewan ternak di Kabupaten Sukoharjo terjadi karena beberapa faktor, seperti penularan kontak antar hewan ternak, melalui armada pengangkut hewan ternak. Selain itu penularan penyakit dari hewan ternak luar daerah yang masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo. Faktor lainnya terjadi penularan pada virus yang terbawa pedagang dan menular di pasar hewan.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo ditegaskan Arif sudah sangat tegas dan ketat dalam melakukan pengawasan, namun demikian penyakit tetap bisa masuk ke wilayah Kabupaten Sukoharjo dan menular ke hewan ternak di pasar hewan. “Pemeriksaan dokumen kesehatan hewan ternak sudah kami lakukan, tapi virus bisa saja tetap masuk dan menular ke hewan ternak. Setelah ada temuan kami gerak cepat melakukan penutupan pasar hewan, pemeriksaan dan pengobatan hewan ternak yang PMK,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI