Pohon Tua Didata, Antisipasi Tumbang Saat Angin Kencang

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Inventarisasi pohon tua diminta dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) gabungan sebagai antisipasi tumbang saat bencana alam angin kencang datang. Sebab pohon rawan tumbang dan menimpa warga hingga menimbulkan korban. Beberapa kejadian pohon tumbang sudah terjadi disejumlah wilayah hingga menimbulkan dampak kerusakan. Pohon tua akan ditebang dan digantikan penanaman pohon baru lagi dalam program penghijauan.

Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi, Selasa (12/11/2019) mengatakan, ada cukup banyak OPD bisa dilibatkan dalam penanganan pencegahan terjadinya pohon tumbang. Hal itu secepatnya harus dilakukan mengingat sekarang sudah masuk peralihan cuaca. Dibeberapa wilayah bahkan sudah terjadi bencana alam berupa angin kencang hingga menimbulkan pohon tumbang.

“Wilayah di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto informasinya sudah dua kali kejadian bencana alam angin kencang hingga banyak pohon tumbang. DPRD Sukoharjo meminta agar OPD terkait melakukan penanganan berupa pencegahan agar pohon tumbang itu tidak sampai menimbulkan dampak kerusakan parah atau korban,” ujarnya.

Penanganan yang dimaksud dijelaskan Wawan Pribadi yakni meminta OPD melakukan inventarisasi pohon tua disemua wilayah. Selain itu juga didata mengenai kondisi pohon rawan tumbang. Dengan demikian maka dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir.

“Tidak harus menunggu angin kencang datang. Kalau pohon itu sudah tua dan lapuk maka rawan tumbang atau roboh sendiri. Kalau itu mengenai warga atau mungkin kendaraan bagaimana,” lanjutnya.

DPRD Sukoharjo meminta kerawanan itu harus disikapi serius oleh OPD terkait. Nantinya pohon tua harus ditebang dan digantikan pohon baru sebagai bagian dari program penghijauan. OPD yang bisa dilibatkan seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukinan, Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Khususnya pohon di pinggir jalan atau akses masyarakat umum. Tidak harus ditebang total bisa saja dipangkas agar saat angin kencang datang tidak sampai tumbang. Penghijauan juga penting karena Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten yang sering mendapat penghargaan Adipura,” lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Komandan SAR Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, inventarisasi pohon tua sangat penting. Namun yang mendesak sekarang yakni dilakukan pemangkasan ranting pohon untuk meminimalisir terjadinya pohon tumbang saat angin kencang.

“Belum semua wilayah melakukan pemangkasan ranting pohon. Dibeberapa wilayah pinggiran kami minta OPD terkait harus gerak cepat,” ujarnya.

Agus Santosa mengatakan, bencana alam memang tidak bisa dicegah namun masih dapat diminimalisir terjadinya korban. “Minimal pohon besar di pinggir jalan harus dipangkas agar jangan terlalu rimbun daunya dan rawan tumbang,” lanjutnya.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, disejumlah wilayah sudah terjadi bencana alam angin kencang. Seperti terjadi dibeberapa desa di Kecamatan Mojolaban, Senin (11/11/2019). Akibat kejadian tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan sempat menutup akses jalan warga.

“Beberapa kejadian angin kencang membuat pohon tumbang dan memang inventarisasi pohon tua sekarang memang diperlukan. Fungsinya nanti bisa jadi prioritas penebangan dan kemudian dilakukan peremajaan dengan penanaman pohon baru atau penghijauan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI