Polemik Sumber Air, Desa Cokro Pertahankan Umbul Ingas

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Pemerintah Desa Cokro Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten berencana mengurus pensertifikatan tanah kawasan Umbul Ingas (Umbul Cokro). Legalitas tanah penting dilakukan karena lahan itu merupakan aset desa.

Sikap tegas Pemerintah Desa Cokro tersebut menanggapi kabar adanya upaya dari Pemerintah Kota Surakarta (Pemkot Solo) yang berencana akan mengurus Cokro Tulung yang selama ini sumber airnya dikelola oleh PDAM Kota Solo.

Kepala Desa Cokro, Heru Budi Santosa, mengatakan, pada prinsipnya desa akan memperjuangkan dan mempertahankan apa yang menjadi hak desa. Seperti halnya kawasan Umbul Ingas. Lahan seluas 9.875 meter persegi tersebut merupakan aset milik desa.

“Prinsipnya tetap memperjuangkan dan mempertahankan apa yang dimiliki desa. Lahan Umbul Ingas seluas 9.875 meter persegi tertulis di buku bondo desa tahun 1952. Ada juga di peta desa. Dokumen asli masih ada,” ujarnya, Rabu (05/08/2020).

Ditegaskan, saat ini desa masih berupaya mengurus pensertifikatan lahan Umbul Ingas. Tertib administrasi penting dilakukan agar tidak ada pihak lain yang mengklaim memiliki kawasan tersebut.

“Umbul Ingas itu milik desa. Kalau itu secara mendadak akan dikuasai pihak lain maka secara tegas pemerintah desa juga akan melakukan penyertifikatan atau tertib administrasi,” tandasnya.

Budi menjelaskan, proses pensertifikatan tanah Umbul Ingas sebenarnya telah dilakukan sejak Mei 2020 melalui program Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria). Saat ini proses masih berjalan.

“Memang selama ini pengelolaan Umbul Ingas khususnya sumber mata air sejak dulu dikelola oleh PDAM Kota Solo. Tapi itu bukan berarti milik mereka. Apalagi selama ini tidak ada kompensasi ke desa,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI