Polres Klaten dan Dinas Peternakan Intensif Cegah PMK

Editor: Agus Sigit

KLATEN, KRJOGJA.com – Antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, Polres Klaten bersama Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan secara intensif melakukan sosialisasi, skrining dan penyemprotan.

Wakapolres Klaten Kompol. Sumiarta mengemukakan, kolaborasi kegiatan mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku telah dilakukan berturut-turut pada Sabtu dan Minggu (14 – 15/5/2022).

Pada hari Minggu kegiatan antisipasi PMK dilaksanakan di lima titik lokasi. Yakni Pasar Hewan Jatinom, Pasar Hewan Cawas, Pasar Hewan Prambanan, Pasar Plembon Klatara dan Pasar Hewan Gadungan Wedi.

“Sebelum hewan masuk lokasi penjualan sudah kita lakukan skrining terlebih dahulu bersama Dinas Peternakan. Alhamdulillah, sapi-sapi yang ada di dalam semuanya dalam kondisi sehat, siap untuk diperjualbelikan,” kata Wakapolres Klaten Kompol Sumiarta.

Menurut Kompol Sumiarta, Polres Klaten akan terus memantau seluruh pasar hewan dan kandang/peternakan yang ada di wilayah Kabupaten Klaten, untuk mencegah penyebaran penyakit PMK. Selain giat skrining, petugas gabungan juga memberikan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung pasar terkait penyakit PMK.

“Dari Dinas Peternakan juga melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pasa,r serta menyuntikkan vitamin dan antibiotik ke hewan yang akan dijual,” jelas Wakapolres pula.

Hadirnya kepolisian dan dinas terkait dalam menangani PMK ternyata banyak mendapatkan apresiasi dari para pedagang dan pengunjung pasar hewan. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan diperhatikan dalam kondisi kekawatiran penyebaran PMK saat ini.

“Sebagai pedagang, sekarang kami merasa tenang. Terimakasih polisi dan dinas peternakan sudah mengecek sapi-sapi kami. Ternyata sehat dan bisa diperjualbelikan,” kata Waluyo (52), salah seorang pedagang sapi di Jatinom.

Pada hari Sabtu, kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Klaten. Yang pertama di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang dan yang kedua di Pasar Sapi Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan. Di lokasi sentra produksi dan perdagangan sapi ini, petugas melakukan sosialisasi terkait PMK, salah satunya terkait ciri-ciri hewan yang terjangkit virus tersebut. Petugas juga memberikan penyuntikan vaksin terhadap hewan ternak masyarakat.

Ciri-ciri hewan terjangkit PMK antara lain demam, nafsu makan berkurang, mulut kering, lidah melepuh, kuku copot dan juga lumpuh. Apabila ditemukan ciri seperti tersebut, agar dilakukan isolasi, dipisah dari hewan yang sehat agar tidak menyebar. Kemudian diberikan antibiotik selama kurang lebih 5 hari.

Perwakilan Sub Dinas Kesehatan Hewan, Wadik Riswanto menghimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi PMK. Pihaknya bersama Polres Klaten akan terus melakukan pendampingan kepada pedagang dan peternak untuk menangani PMK. (Sit)

BERITA REKOMENDASI