Polres Klaten Gelar Simulasi, Kantor KPU Klaten Mencekam!

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Kantor KPU Klaten nyaris dibakar massa, menyusul terjadinya unjukrasa akibat ketidakpuasan warga yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya di salah satu TPS. Beruntung aparat gabungan TNI/Polri berhasil menghalau massa yang bertindak anarkis. Hal ini terjadi dalam simulasi pengalaman Pemilu yang digelar Polres Klaten bersama Kodim dan berbagai eleman lainnya, di jalan depan kantor KPU Klaten, Jumat (22/3). 

Kejadian berawal ketika beberapa orang datang di TPS, namun sudah melebihi batas waktu pencoblosan. Oleh panitia, mereka dijelaskan bahwa waktu pemungutan suara sudah selesai, namun warga tetap ngotot. Mereka marah, lalu memicu kegaduhan, sehingga mempengaruhi warga lain untuk melakukan unjukrasa. Suasana semakin panas, karena pengunjukara mulai anarkis, bahkan melempari petugas.

Untuk menghalau pengunjukrasa yang mulai anarkis tersebut, menyemprotkan gas air mata, serta memberikan tembakan peringatan. Beberapa oang terluka dalam kejadian tersebut, sehingga dilarikan ke rumah sakit. Akhirnya situasi berhasil dikendalikan, dan para pengunjukrasa membubarkan diri.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi mengemukakan, simulasi untuk persiapan pengamanan Pilpres dan Pileg. Melibatkan semua komponen pengamanan, dari Polri, TNI, potensi masyarakat dan instansi pemerintah daerah. Jumlahnya personil yang akan diterjunkan dalam Pemilu mendatang sekitar 2.000 personil.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, kegiatan terebut untuk meningkatkan sinergitas TNI dan Polri, demi mewujudkan keamanan dalam negeri yang kondusif.

"Di wilayah Klaten dalam Pemilu nanti terdapat sekitar 4.400 TPS untuk Pilpres dan Pileg. Hal ini menjadi tanggungjawab bersama untuk menjaga keamanan, dan situasi yang kondusifitas,” Kata kapolres.

Bupati Klaten, Sri Mulyani berharap dalam gelaran pesta demokrasi lima tahunan ini, masyarakat Klaten menggunakan hak pilihnya.

Ia juga berharap warga Klaten jangan sampai terpecah hanya karena perbedaan pilihan dalam Pemilu. (Sit)

 

BERITA REKOMENDASI