Polres Klaten Sasar Lansia dan Penyandang Disabilitas

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Polres Klaten melakukan vaksinasi door to door, menyisir dari rumah ke rumah untuk melayani para lansia dan penyandang disabilitas. Petugas vaksinator Polres Klaten mendatangi satu per satu rumah warga yang menjadi sasaran vaksinasi.

Dalam pelaksanaan vaksin door to door ini, para vaksinator didampingi personil Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa setempat. Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo melalui Kasi Humas Iptu Abdillah, Senin (13/12/2021) menjelaskan, vaksinasi door to door dilaksanakan dalam rangka meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat dalam vaksin sehingga cepat terbentuk herd immunity. Selain itu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat berkebutuhan khusus dalam memperoleh vaksin covid-19.

“Ini cukup efektif karena dapat menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses vaksin khususnya para lansia dan penyandang disabilitas. Diharapkan hingga akhir Desember nanti target vaksinasi 80% bisa tercapai,” kata Iptu Abdillah.

Abdillah lebih lanjut mengemukakan, vaksinasi door to door sudah dimulai sejak 23 November 2021 dan akan berlangsung hingga 23 Desember 2021 mendatang, dengan target 45 orang setiap hari. “Sementara direncanakan hingga 23 Desember karena pada tanggal 24 sudah masuk operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru. Untuk lokasi di seluruh wilayah Klaten. Sementara yang sudah terlaksana di 8 Kecamatan, Prambanan, Jogonalan, Kemalang, Gantiwarno, Delanggu, Wonosari, Pedan, Juwiring,” jelas Ipu Abdillah.

Masyarakat menyambut baik diadakannya program vaksinasi door to door tersebut. Program ini dirasa sangat memudahkan mereka dalam mendapatkan vaksin. Para lansia sebelumnya kesulitan untuk datang dan mengantri ke tempat vaksin yang jauh dari rumah.

Antusiasme warag terlihat di Desa Bulurejo dan Kenaiban, Kecamatan Juwiring. Saat rombongan Polres Klaten melakukan vaksinasi  di salah seorang lansia, para lansia lainya yang belum tercatat dalam sasaran ikut berdatangan dan minta divaksin.

“Mereka adalah lansia yang gagal skrining karena hipertensi, bahkan sampai 5 kali. Kemungkinan akibat perjalanan dan mengantri terlalu lama. Setelah tanpa antri, tadi kami skrining tensinya masih dalam kategori bisa divaksin. Mereka sangat senang akhirnya bisa divaksin.” tambah Ipu Abdillah. (Sit)

BERITA REKOMENDASI