Polres Sukoharjo Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polres Sukoharjo turun ke tengah masyarakat memberikan imbauan penerapan protokol kesehatan (Prokes). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona dan varian baru Omicron.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Selasa (08/02/2022) mengatakan, Polres Sukoharjo melaksanakan patroli sembari menyampaikan imbauan lewat pengeras suara di berbagai tempat keramaian, seperti perbankan, obyek wisata, pasar, dan pemukiman penduduk di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Petugas menekankan pada masyarakat tentang pentingnya menerapkan prokes.

“Kami terjunkan anggota untuk menyampaikan imbauan tentang protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, dengan tujuan agar masyarakat memahami dan tidak ada alasan untuk melanggar protokol kesehatan. Imbauan kami sampaikan di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Polres Sukoharjo sengaja menurunkan anggota untuk melakukan patroli memberikan imbauan pada masyarakat dengan tujuan pencegahan penyebaran virus Corona dan varian baru Omicron. Hal tersebut sangat penting mengingat sekarang ada penambahan kasus positif virus Corona.

Lebih lanjut, Kapolres menerangkan, selain melaksanakan imbauan protokol kesehatan, pihaknya juga membagikan masker gratis kepada masyarakat yang kedapatan tidak tertib protokol kesehatan pemakaian masker. Warga diminta untuk tetap memakai masker saat beraktivitas diluar rumah.

Tak hanya itu, Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Khususnya, warga yang belum divaksin dan yang telah melewati masa enam bulan dari vaksin kedua untuk mendapatkan booster.

Karena vaksinasi dapat meningkatkan imunitas dan mengurangi fatalitas bagi seseorang yang terjangkit virus Corona. Karena berdasarkan data dari Kemenkes, kasus meninggal dunia, didominasi lantaran, belum mendapatkan vaksinasi dan kelompok lansia yang memiliki komorbid.

“Tentunya dengan rekan-rekan yang sudah semua melaksanakan vaksin, tingkat fatalitasnya akan sangat jauh. Karena dari data Kemenkes, rata-rata yang meninggal adalah belum vaksin dan yang lansia komorbid,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI