Polres Sukoharjo Pantau Distribusi Elpiji

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polres Sukoharjo akhirnya turun tangan melakukan penyelidikan berkaitan dengan kondisi kelangkaan dan dugaan penyalahgunaan elpiji 3 kilogram. Langkah pertama yang dilakukan polisi yakni berkaitan dengan regulasi dan distribusi. Hal itu penting sebagai kunci bagi penyidik menyelesaikan masalah.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, Polres Sukoharjo pada dasarnya sudah melakukan langkah terkait munculnya keluhan dari masyarakat berkaitan dengan elpiji 3 kilogram. Polres Sukoharjo akan menindaklanjuti dengan pengecekan regulasi.

Regulasi sangat penting berkaitan dengan siapa saja yang berhak menggunakan elpiji 3 kilogram. Sebab sekarang muncul dugaan pelanggaran penggunaan gas oleh orang yang tidak berhak.

“Regulasinya seperti apa harus jelas, siapa saja berhak menggunakan elpiji 3 kilogram. Aturan ini akan diterapkan,” ujar Iwan Saktiadi di mapolres setempat, Selasa (12/12/2017).

Polisi juga membutuhkan regulasi sebagai dasar menentukan ada tidaknya unsur pelanggaran penggunaan elpiji 3 kilogram. Regulasi itu juga akan dipakai dalam menentukan sanksi bagi pelaku pelanggaran. “Polisi juga akan melakukan cek lapangan memantau langsung kondisi ketersediaan elpiji 3 kilogram,” lanjutnya.

Kapolres menegaskan, dari hasil pengecekan diketahui distribusi elpiji di Sukoharjo masih lancar. Bahkan kuota yang diterima juga melebihi dari kebutuhan.

Sementara itu Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya meminta kepada polisi untuk turun tangan mengatasi masalah kelangkaan elpiji 3 kilogram. Polisi harus menindak pelaku pelanggaran penggunaan gas karena elpiji 3 kilogram dikhususkan untuk masyarakat miskin.

Wardoyo Wijaya mengatakan, ada keluhan masyarakat berkaitan dengan kondisi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Selain itu juga ada dugaan pelanggaran penggunaan gas bersubsidi oleh golongan masyarakat mampu atau menengah ke atas.

“Sesuai aturan elpiji 3 kilogram untuk rakyat tidak mampu atau masyarakat miskin. Dari perhitungan seharusnya gas yang didatangkan ke Sukoharjo mampu untuk memenuhi kebutuhan namun kenyataanya masih ada keluhan kurang bahkan terjadi kelangkaan,” ujar Wardoyo Wijaya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI