Polres Sukoharjo Usut Dugaan Kasus Arisan Fiktif

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polres Sukoharjo terus mengembangkan kasus arisan fiktif dengan pelaku TR (29) warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Pengembangan dilakukan karena ada dugaan korban lebih dari satu orang. Sebab pelaku dalam menjalankan aksinya mengandalkan jaringan pertemanan dan aplikasi online. Polisi meminta pada masyarakat yang jadi korban arisan fiktif untuk segera melapor pada polisi. 

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Jumat (30/8) mengatakan, pemeriksaan masih terus dilakukan penyidik terhadap pelaku arisan fiktif TR. Keterangan dari pelaku sangat diperlukan untuk mengungkap kasus tersebut. Hal sama juga diperlukan berkaitan dengan korban. Sebab baru ada satu korban saja yang melapor ke polisi. Meski demikian tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya.

Dugaan adanya korban lain diketahui setelah ada beberapa warga menghubungi polisi ikut menjadi peserta arisan fiktif yang dijalankan TR. Mereka diduga jadi korban namun belum memberikan laporan resmi pada polisi. Informasi secara lisan melalui komunikasi telepon tersebut tetap ditindaklanjuti petugas.

Pelaku dalam menjalankan aksi mengajak kenalannya untuk ikut menjadi peserta arisan. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan profesi tersebar disejumlah daerah. Masing masing korban menyetorkan uang dengan nominal bervariasi mulai dari jutaan hingga puluhan juta. Bahkan ada yang lebih tinggi mencapai seratusan juta.  "Korban yang sudah melapor ke Polres Sukoharjo baru satu orang. Tapi diperkirakan masih ada korban lainnya. Mereka sudah memberikan informasi dan masih dalam pengembangan petugas," ujarnya.

Polres Sukoharjo meminta kepada para korban untuk berani segera melapor pada petugas. Sebab ulah pelaku sudah sangat meresahkan dan ada banyak korban dari luar daerah. Terbanyak berasal dari wilayah Kota Solo. (Mam)

BERITA REKOMENDASI