Polres Sukoharjo Waspadai Potensi Ancaman Teroris

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Terorisme masih menjadi ancaman serius bagi aparat dalam melakukan penjagaan pengamanan Natal dan tahun baru 2018. Ratusan petugas dari tim gabungan sudah disiapkan untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat. Persiapan tersebut terlihat dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2017 di halaman Mapolres Sukoharjo, Kamis (21/12/2017).

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, ada cukup banyak ancaman kerawanan yang bisa muncul saat perayaan Natal dan tahun baru 2018. Petugas dari tim gabungan sudah melakukan persiapan untuk mengamankan dua kegiatan tersebut. Salah satu ancaman serius yakni berkaitan dengan terorisme.

“Sudah ada instruksi dari pimpinan untuk melakukan pengamanan penuh dalam perayaan Natal dan tahun baru 2018. Salah satu bentuk ancaman yakni berkaitan dengan tindak terorisme,” ujar Iwan Saktiadi.

Polres Sukoharjo sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam melakukan pengamanan Natal dan tahun baru 2018, seperti dari jajaran TNI. Kejasama juga dijalin dengan melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN). “Kondisi Sukoharjo aman dan kondusif, masyarakat tidak perlu khawatir. Pengamana sudah dilakukan petugas dari tim gabungan,” lanjutnya.

Selain Polri dan TNI pengamanan juga melibatkan petugas lainnya seperti dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan. Kapolres menambahkan, tidak lupa juga melibatkan berbagai organisasi masyarakat (ormas).

Khusus untuk ormas mereka dilibatkan mengingat banyaknya permintaan untuk membantu polisi melakukan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018. “Ormas yang terlibat sangat banyak. Bahkan berbasis agama dan ini menunjukan tingginya rasa persatuan dan kesatuan bersama dalam mengamankan Natal dan Tahun Baru,” lanjutnya.

Total ada sebanyak 320 petugas dari jajaran internal Polres Sukoharjo dilibatkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018. Jumlah petugas masih ditambah dari kesatuan lain seperti TNI 30 orang, Satpol PP 20 orang dan puluhan anggota ormas.

Pengamanan di masing masing gereja dilakukan penjagaan dengan jumlah petugas berbeda. “Untuk gereja yang memiliki jumlah jemaat dan kegiatan banyak maka besar pula petugas jaga disana,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI