Polsek Baki Sita Petasan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polsek Baki gencarkan operasi penyakit masyarakat (pekat) selama puasa Ramadan. Polisi menyisir wilayah rawan dan menindaklanjuti laporan masyarakat. Hasilnya dalam operasi pekat dua minggu terakhir petugas menemukan banyak pelanggaran dan menyita sejumlah barang bukti seperti minuman keras jenis ciu, petasan, dan long bumbung. Para pelaku sudah mendapat penindakan dari petugas, sedangkan barang bukti diamankan di Mapolsek Baki.

“Total barang bukti yang kami amankan masing-masing ciu ukuran 1.500 mililiter sebanyak 10 botol, ciu ukuran 600 mililiter sebanyak 10 botol, petasan kecil empat bungkus, long bumbung delapan buah, korek gas empat buah, spiritus empat botol spray,” ujar Kapolsek Baki AKP Riyadi, Sabtu (01/05/2021).

Polsek Baki akan terus melakukan operasi pekat dalam upaya cipta kondisi selama bulan puasa hingga Lebaran. Kapolsek juga mengimbau masyarakat khususnya anak-anak untuk tidak membunyikan long bumbung selama bulan puasa ini karena membahayakan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, banyak laporan masuk dari masyarakat terkait aktivitas meresahkan karena keberadaan petasan dan benda berbahaya lainnya sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban selama puasa Ramadan. Petasan dijual bebas dibeberapa tempat dan mudah dibeli mayoritas anak anak. Selain itu juga ditemukan beberapa warga bermain meriam bambu atau long bumbung.

Laporan masyarakat yang masuk ke Polres Sukoharjo baik petasan dan meriam bambu dimainkan warga saat jam tertentu seperti menjelang buka, usai salat tarawih dan menjelang atau sesudah sahur. Kondisi tersebut selain membahayakan juga membuat resah masyarakat.

“Terus dilakukan razia oleh anggota karena keberadaan petasan, meriam bambu dan benda lainnya meresahkan masyarakat. Apalagi sekarang puasa Ramadan. Para orang tua kami minta melakukan pengawasan penuh pada anak anak agar tidak menjadi korban apalagi benda tersebut membahayakan,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, anak-anak rawan menjadi korban karena sering bermain petasan sendiri atau berkelompok bersama temannya. Tanpa adanya pengawasan orang tua maka anak-anak tersebut bisa celaka akibat ledakan petasan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI