Populasi Sudah ‘Over’ di Boyolali, Kucing dan Anjing Disterilisasi

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kendalikan populasi hewan pembawa rabies, yakni kucing dan anjing, Dinas Peternakan dan Perikanan (Dianakkan) Boyolali lakukan program sterilisasi melalui lima Pusat Kesehatan Hewan (Piskeswan) yang tersebar di Boyolali. Program itu digelar karena populasi kedua binatang tersebut dinilai sudah terlalu banyak.  

Program sterilisasi tersebut dimulai sejak akhir Januari lalu dengan menggandeng Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Cabang Jateng IV serta sejumlah toko hewan peliharaan di Boyolali.  

"Untuk program ini dikhususkan untuk kucing dulu. Sebab populasi binatang tersebut saat ini sudah cukup banyak dan sebagian diantaranya liar, padahal kucing bisa menularkan taksoplasmosis dan leptopirosis," terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkan Boyolali, Afiany Rifdania, Kamis (14/2/2019). 

Program sterilisasi ini sudah dilakukan di Puskeswan Karanggede, Ngemplak, dan terakhir di Mojosongo, Rabu (14/2/2019) kemarin. Sementara untuk Puskeswan Ampel akan dilakukan pada Rabu (20/2/209) pekan depan dan di Puskeswan Simo pada Rabu (27/2/2019). 

"Di Mojosongo kemarin masing-masing sebanyak 20 ekor kucing jantan dan betina sudah disterilisasi dan untuk Ampel dan Simo kami masih membuka pendaftaran pemilik kucing untuk disterilisasi," jelasnya. 

Ia pun mengimbau pemilik kucing untuk lebih peka terhadap kondisi tersebut. Daripada anak kucing peliharaan mereka dibuang karena tak mampu merawat dan menjadi kucing liar, lebih baik kucing mereka disterilisasi agar tak berkembang biak, sehingga populasi kucing, terutama yang liar, bisa dikontrol. Untuk proses sterilisasi melalui program ini, kata Afiany, pihaknya menyediakan sebagian obat-obatan secara gratis dan sebagian akan ditanggung pemilik. 

"Karena ini program perdana, sementara masih menyasar kucing dulu. Nanti program akan diluaskan untuk sterilisasi hewan lain, yakni anjing," katanya. 

Wulan, salah satu pemilik kucing yang ikut program sterilisasi mengatakan, sebagai pecinta kucing, ia mempunyai kucing yang cukup banyak dan sudah sering mensterilkan kucingnya. Sebab bila berkembang biak, ia tak mampu merawat anak-anaknya. Program ini pun ia manfaatkan, sekaligus untuk memeriksakan kesehatan kucing-kucing peliharaannya. 

"Kan lumayan separuh harga. Program ini bagus untuk mengontrol populasi kucing. Daripada anak kucing dibuang dan menjadi liar, lebih baik disterilkan," tandas warga Kota Boyolali tersebut. (Gal)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI