Populasi Ternak Sapi di Sukoharjo Masih Melimpah

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kabupaten Sukoharjo masih swasembada daging sapi meski sebelumnya baru saja dilakukan penyembelihan ribuan ekor hewan kurban pada perayaan Idul Adha. Populasi sapi masih melimpah tersebar disejumlah wilayah. Pengembangan terus dilakukan dengan mengandalkan sektor peternakan rakyat menggunakan sistem kelompok atau cluster.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Selasa (13/08/2019) mengatakan, stok hewan ternak khususnya sapi dan kambing setelah Idul Adha di Sukoharjo masih melimpah. Artinya populasi ditingkat peternak sangat banyak dan tidak perlu dikhawatirkan terjadi kekurangan.

Kondisi ternak di Sukoharjo dijelaskan Netty semakin berkembang dengan tumbuh merata disejumlah wilayah. Ternak sekarang tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan sambilan saja namun sudah menjadi pokok. Hal itu terlihat dengan semakin banyaknya peternak yang tergabung dalam kelompok atau cluster. Sistem tersebut bahkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Stok ternak sapi dan kambing baik ditingkat peternak dan pedagang masih sangat melimpah. Kabupaten Sukoharjo masih swasembada daging sapi,” ujarnya.

Pada pelaksanaan Idul Adha kemarin banyak sapi dari Sukoharjo dikirim kesejumlah daerah. Proses pengiriman dilakukan dengan pengawasan ketat petugas. Hal itu dilakukan berkaitan dengan kondisi kesehatan hewan sekaligus pendataan populasi.

Permintaan sapi paling banyak dari wilayah Jakarta dan sekitarnya setiap tahun saat Idul Adha. Bahkan pada hari biasa dan Idul Fitri juga banyak. Dalam satu hari pengiriman dari peternak disemua wilayah di Sukoharjo bisa mencapai puluhan.

“Karena memang populasi sapi di Sukoharjo melimpah jadi permintaan di Jakarta banyak dan sekali pengiriman peternak bisa mengirim belasan ekor. Kalau total keseluruhan peternak se Kabupaten Sukoharjo mungkin puluhan dengan tujuan diberbagai daerah tidak hanya Jakarta saja,” lanjutnya.

Pengembangan ternak sapi sekarang terus dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo disejumlah wilayah. Salah satu yang diandalkan yakni di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Selain itu juga di Kecamatan Tawangsari, Weru, Bulu, Polokarto dan Bendosari.

Sementara itu, pasca Idul Adha Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah menghentikan pemantauan penyembelihan. Hasilnya petugas menemukan bagian hati sapi yang terkena cacing hati. Pada bagian tersebut petugas sudah meminta pada panitia penyembelihan hewan kurban untuk tidak membagikannya ke masyarakat dan membuangnya dengan cara dikubur. (Mam)

BERITA REKOMENDASI