Positif Corona di Sukoharjo Capai 368 Kasus

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pergerakan kenaikan kasus positif virus corona dinilai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mulai mengkhawatirkan. Petugas sudah bekerja keras menurunkan angka namun belum sepenuhnya mendapat dukungan masyarakat karena banyak temuan pelanggaran protokol kesehatan. Total akumulasi sekarang mencapai 368 kasus positif virus corona dan 88 kasus diantaranya merupakan pasien aktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (20/8), mengatakan, melihat pergerakan data dimana menunjukan kenaikan setiap hari membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mulai khawatir. Sebab tambahan dalam setiap hari ditemukan lebih dari satu kasus baru positif virus corona.

“Dulu kami tidak memperkirakan angka tembus 100 kasus karena saat itu sudah terjadi penurunan drastis dan banyak yang sembuh. Namun kemudian terus bertambah dengan kemunculan klaster baru penularan pemudik atau pendatang. Terbaru ada klaster pernikahan dan total akumulasi sekarang 368 kasus,” ujarnya.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo secara rinci dari 368 kasus, sebanyak 64 kasus isolasi mandiri, 24 kasus rawat inap, 14 kasus meninggal dunia dan 266 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri. Dari data dijelaskan Yunia artinya masih ada 88 kasus positif virus corona aktif baik menjalani isolasi mandiri dan rawat inap.

“Kasus positif aktif sebelumnya sempat rendah pada kisaran 50 kasus-60 kasus. Namun kemudian bergerak cepat naik 70 kasus dan sekarang 88 kasus. Angka ini cukup tinggi dan harus ditekan,” lanjutnya.

Yunia menegaskan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah berusaha keras menangani masalah agar jumlah kasus positif virus corona terus turun. “Belum sepenuhnya masyarakat mendukung langkah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo karena masih banyak temuan pelanggaran protokol kesehatan,” lanjutnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta masyarakat mendukung penuh upaya yang dilakukan petugas dalam mencegah terjadinya penularan virus corona. Dukungan yang diharapkan yakni menerapkan protokol kesehatan penanganan virus corona demi keselamatan diri sendiri dan orang sekitar.

Yunia mengatakan, Kabupaten Sukoharjo dengan jumlah penduduk sekitar 800-900 ribu jiwa tersebar di 12 kecamatan maka perlu kerjasama baik tidak hanya antar petugas saja, namun juga masyarakat hingga kepala keluarga (KK) di masing masing RT/RW. “Petugas disemua lini sudah kerja keras dan sudah sejak Maret hingga Agustus ini kasus positif virus corona masih tinggi,” lanjutnya.

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah kerja keras dan kami minta masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan. Sebab selama ini masih cukup banyak masyarakat mengabaikannya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI