Positif Covid, Fajri Hadir di KPU Secara Virtual

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Dinyatakan positif Covid 19, Bakal Calon Wakil Bupati Klaten Muhammad Fajri hadir dalam pendaftaran di KPU Klaten, Sabtu (5/9) secara virtual. Hal itu tidak mengurangi kemeriahan pendaftaran pasangan ORI (One Krisnata-Fajri) yang diusulkan oleh tiga partai. Yakni Partai Demokrat, PKS dan Gerindra.

One Krisnata datang secara langsung ke KPU dengan didampingi istrinya, Lim Riana, tim suskes dan para pendukungnya. Dalam prosesi pendaftaran tersebut, dari layar monitor, Fajri nampak mengikuti secara seksama, dengan mengenakan baju putih dan berpeci. Saat sesi penelitian berkas, ia juga menjawab pertanyaan tim KPU, dengan menunjukkan KTP.

One Krisnata dan para pendukugnya langsung menyapa Fajri dengan dialog pendek, senyum dan melambaikan tangan. One Krisnata dan para pendampingnya juga mengenakan baju atasan putih dengan paduan bawahan warna coklat keki.

Ketua KPU Klaten Kartika Sari Handayani mengemukakan, aturan membolehkan Muhammad Fajri hadir dalam pendaftaran tersebut secara virtual. Fajri diketahui terpapar Covid 19, saat ia melakukan test swab di RS JIH Solo tanggal 3 September. Sehubungan hal itu yang bersangkutan kini menjalani isolasi mandiri.

“Covid bukanlah aib bagi yang terpapar. Siapun bisa kena, dan dengan daya imun yang tinggi penderita akan segera sembuh. Insya Allah Pak Fajri akan segera sembuh, dan segera bisa melakukan kegiatan Pilkada yang sudah dijadualkan. Pak Fajri ini kan sehat saja, orang tanpa gejala (OTG). Tidak hadir secara langsung di KPU, tidak masalah, tim kami profesional dan sangat solid. Boleh dikatakan, andai saya dan Pak Fajri diam juga semuanya tetap berjalan dengan baik,” jelas One Krisnata.

Sebelum berangkat ke KPU, One Krisnata meminta doa restu ayahanda, Drs Djaetun HS. Ia dipesan agar menjadi bupati yang amanah, bermanfaat untuk rakyat. Selain itu, satu hal penting yang diwanti-wanti adalah, agar tidak korupsi.

Ketua Tim Sukses pasangan ORI, Masykuri Nanang Purnawan mengemukakan, targetnya adalah menang. Baik itu dengan dua kandidat maupun tiga kandidat. Meskipun nantinya ada tiga pasangan calon, prosentasi kemenangan yang diinginkan adalah lebih dari 50 persen. (Sit/Lia)

 

BERITA REKOMENDASI