PPKM Kembali Diperpanjang, Sejumlah Kelonggaran Diberikan 

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KROGJA.com.com – Pemkab Sukoharjo mengeluarkan kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro berlaku mulai 23 Maret hingga 5 April mendatang. Dalam surat edaran (SE) perpanjangan PPKM Berbasis Mikro yang dikeluarkan 22 Maret diketahui ada sejumlah perubahan aturan berupa kelonggaran dibandingkan sebelumnya.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kamis (25/03/2021) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah mengeluarkan SE nomor 400/865/2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro. Dalam SE tersebut secara garis besar berisi sama dengan edaran sebelumnya selam penerapan PPKM Berbasis Mikro. Namun pada SE perpanjangan kali ini ada sejumlah perubahan berupa kelonggaran diberbagai kegiatan masyarakat.

Dalam SE Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro kali ini seperti tertulis dalam ketentuan nomor delapan tentang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dijelaskan, membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 persen dan work from office (WFO) sebesar 50 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring atau online dan pembelajaran tatap muka (PTM).

Khusus untuk PTM Pemkab Sukoharjo memberlakukan sejumlah ketentuan, pertama, untuk jenjang SD/MI/MTs dan PAUD masih dilaksanakan secara PJJ atau online, untuk jenjang SMP, SMA, SMK dan MA dilaksanakan dengan uji coba PTM secara terbatas, ketat dan bertahap dengan pertimbangan peta risiko daerah, untuk jenjang perguruan tinggi atau akademi dilaksanakan dengan uji coba PTM secara bertahap.

Uji coba PTM dapat dilaksanakan setelah terpenuhinya persyaratan wajib seperti memenuhi indikator penerapan protokol kesehatan sesuai pedoman pengawasan dan pembinaan penerapan protokol kesehatan bagi satuan pendidikan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, memperoleh penilaian siap daftar periksa kesiapan sekolah pada PTM dari tim verifikasi atau visitasi kesiapan sekolah Pemkab Sukoharjo, mendapat izin dari orang tua atau wali peserta didik, mendapat rekomendasi dari satuan tugas penanganan virus Corona Kabupaten Sukoharjo, mendapat izin dari bupati atau pejabat lain yang mendapat delegasi sesuai dengan kewenangannya.

“Pemkab Sukoharjo kembali memperpanjang PPKM Berbasis Mikro. Secara garis besar sama dengan sebelumnya. Tapi kali ini ada sejumlah perubahan aturan berupa kelonggaran seperti adanya uji coba PTM di sekolah tingkat SMP, SMA, SMK dan MA,” ujarnya.

Dalam SE perpanjangan PPKM Berbasis Mikro juga dijelaskan terkait kegiatan keagamaan di tempat ibadah dan di tempat lainnya untuk dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dan tidak boleh melebihi 100 orang dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Kegiatan keagamaan selain ibadah inti untuk agama Islam yaitu selain salat wajib dan sunah dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB.

“Kegiatan seni, sosial dan budaya yang dapat menimbulkan kerumunan massa dibuka di zona hijau di tingkat RT/RW/Desa/Kelurahan sampai dengan pukul 21.00 WIB maksimal 25 persen dan tidak boleh melebihi 100 orang dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” lanjutnya.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat tersebut dijelaskan Etik Suryani seperti pada hajatan resepsi pernikahan, khitanan, dan kegiatan sejenis dilaksanakan dengan tidak makan dan minum di tempat, makanan dibawa pulang serta tidak menyediakan tempat duduk bagi tamu atau memakai sistem banyu mili. Pengetatan juga berlaku bagi kegiatan seni dan budaya seperti konser musik, pentas seni dan kegiatan sejenis dilaksanakan dengan ketentuan tidak mengadakan kontak fisik dengan tamu atau penonton atau audiens. (Mam)

BERITA REKOMENDASI