Presensi ASN Boyolali Dipantau dengan Sidik Jari

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Presensi atau tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dioptimalkan untuk mengukur kinerja pelayanan masyarakat. Setelah beberapa tahun terakhir sudah menerapkan presensi wajah, untuk tahun 2020, presensi akan dimutakhirkan dengan sidik jari di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Boyolali. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan BKP2D Boyolali, Yoga Nugroho menjelaskan, perekaman data sidik jari sudah mulai dilakukan. Nantinya, seluruh ASN di Boyolali akan dipantau presensinya dengan sistem ini.  

"Perekaman ulang ini sebagai bentuk implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Diharapakan nanti semua ASN se-Kabupaten Boyolali akan disiplin dalam masuk kerja maupun saat pulang kerja‎," katanya, Kamis (24/10/2019). 

Untuk pengaplikasian sistem presensi ini efektif diberlakukan 2020 nanti, dimana anggaran untuk mesin sudah disiapkan sebesar Rp1,5 miliar. Mesin presensi sidik jari ini langsung terkoneksi dengan jaringan yang ada di BKP2D, sehingga presensi ASN bisa langsung dipantau kehadirannya. Nantinya, tak ada lagi ASN yang bisa berkilah terkait presensi, sebab ada bukti perekaman yang terkoneksi langsung.  

"ASN yang tak melakukan perekaman berarti tidak hadir tanpa keterangan dan bisa langsung diketahui," jelasnya.

Dengan data real time tersebut, BKP2D bisa langsung mengambil keputusan untuk ketidak hadiran ASN, dengan penerapan sanksi dari ringan sampai berat. Selain itu, absensi tersebut juga digunakan untuk menentukan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN yang bersangkutan. (Gal)

BERITA REKOMENDASI