Pripih yang Ditemukan Ternyata Emas

BOYOLALI (KRjogja.com) – Temuan pripih atau lempeng logam di reruntuhan candi di Desa Ringin Larik, Kecamatan Musuk dipastikan terbuat dari emas. BPCB akan memberi kompensasi dan piagam  pada penemu pripih tersebut.  

Kasi Pelestarian ‎Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Gutomo, Selasa (6/9/2016) menuturkan, berdasar dari penelitian yang dilakukan, pripih yang menjadi salah satu syarat pembuatan candi dan ditanam di bawah pondasi candi tersebut terbuat dari emas 18 karat. Tiap lempeng pripih yang ditemukan berada dalam satu kotak tersebut berisi tulisan nama-nama dewa mata angin menggunakan menggunakan huruf jawa kuno ditulis dengan huruf timbul. Berdasar analisis corak dan gaya tulisan di pripih tersebut, reruntuhan candi di Desa Ringinlarik diperkirakan berasal dari abad VIII masehi.  

"‎Di pripih tersebut ada delapan nama Dewa Lokapala atau dewa mata angin," terang Gutomo.

BPCB Jateng saat ini masih melakukan kajian dan penelitian terkait reruntuhan candi yang ditemukan di lokasi proyek pembangunan embung tersebut. Menurut Gutomo, sesuai standar BPCB, ada kemungkinan lokasi temuan reruntuhan candi tersebut akan ditetapkan sebagai situs cagar budaya sebagai payung hukum untuk melindungi benda bersejarah tersebut.  

"Meski sudah tidak bisa dipugar atau dibangun kembali, namun kalau struktur candi masih banyak nanti kita tetapkan sebagai situs cagar budaya. Saat ini masih kita teliti dulu strukturnya seperti apa," imbuhnya. (R-11)

 

 

BERITA REKOMENDASI