Produksi Tinggi Tapi Tingkat Konsumsi Ikan di Jateng Masih Rendah

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Tingkat konsumsi ikan di Jawa Tengah terhitung masih rendah dibandingkan dengan target nasional.  

"Produk perikanan di Jawa Tengah cukup tinggi. Untuk produksi ikan air tawar tahun 2017 lalu sebanyak 456 ribu ton. Sementara ikan tangkap laut sebesar 386 ribu ton," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi saat ditemui di peringatan Hari Ikan Nasional ke V Provinsi Jawa Tengah yang peringatannya dipusatkan di Boyolali, Sabtu-Minggu (24/25/11).

Meski produksi ikan sebenarnya sudah mencukupi untuk kebutuhan konsumsi, sambung Lalu, namun tingkat konsumsi di Jawa Tengah terbilang rendah, yakni sebesar 29,17 kg/kapita/tahun. Jauh dibawah target konsumsi ikan nasional sebanyak 46 kg/kapita/tahun. Untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan, berbagai gerakan dan program terus dilakukan, diantaranya Program Makan Ikan atau Gemari serta mendorong peningkatan produk pangan berbasis ikan.

"Tantangannya lebih banyak di kultur masyarakat yang tidak terbiasa mengkonsumsi ikan. Tingkat konsumsi terus kita dorong, dengan target tahun depan bisa sampai 30 kg/kapita/tahun," jelas Lalu.

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, potensi perikanan di Jawa Tengah cukup tinggi. Selain ikan laut, beberapa daerah di pegunungan, misal Banjarnegarada Banyumas, punya kapasitas produksi ikan air tawar yang tinggi.
Bahkan di wilayah Kabupaten Pati, saat ini dikembangkan ikan Nila Salin, yakni ikan Nila yang diklimatisasi sehingga habitatnya bisa dipindah dari air tawar ke air payau.

"Ide kreatif ini yang terus kita dorong, termasuk variasi pengolahan produk perikanan sehingga akan mendapat market yang bagus. Protein ikan sangat tinggi dan bagus untuk kesehatan," ujar Ganjar.

Dalam peringatan Hari Ikan Nasional tersebut, digelar lomba dan pameran berbagai produk perikanan, diantaranya pameran produk olahan ikan hingga pameran ikan hias. Gubernur juga meresmikan wahana Boyolali Aquatik di Tlatar, yakni sebuah pusat penelitian dan budidaya ikan yang mempunyai akuarium raksasa dengan berbagai jenis koleksi ikan. Selain sebagai tempat penelitian, Boyolali Aquatik dibuka gratis untuk umum sebagai sarana rekreasi dan edukasi. "Boyolali ternya mengimpor ikan hias oleh sektor swasta yang didorong sepenuhnya oleh Pemkab," kata Ganjar. (Gal)

BERITA REKOMENDASI