Produsen Kue Cucur Bertahan Selama Pandemi Covid-19

Sejak pandemi Covid-19, sedikit orang yang mengadakan hajatan yang biasanya menjadikan jajanan pasar sebagai hidangan. Akan tetapi, hal tersebut tidak berpengaruh pada produksinya yang tetap bisa dijual ke pasar tradisional. Kue yang berbahan baku tepung beras, gula jawa, terigu dan kelapa ini dihargai Rp 1.000 per buah.

“Dalam sehari bisa kurang lebih 1.000-1.500 biji per hari karena untuk penggorengannya diperlukan waktu yang lama yaitu digoreng satu per satu. Satu biji untuk harga ecer sangat terjangaku hanya Rp 1.000 per biji,” terangnya.

Dari hasil tersebut, dia mampu meraup omzet per bulan Rp 20 juta, dengan Rp 1 juta hingga Rp 2 juta di setiap hari. Selain kue cucur, dia juga memproduksi roti gimbal yang berbahan baku gula, terigu, margarin, telur dan obat pengembang yang menyasar pasar tradisional.

“Target sementara masih pasar-pasar tradisional yang sirkulasinya bagi saya sangat cepat jadi untuk perputarannya dibanding toko modern menurut saya masih cepat di pasar tradisional karena harganya sangat terjangkau,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI