Program IP 400 Butuh Jaminan Air

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) terkait jaminan ketersediaan air dari saluran irigasi Dam Colo Nguter untuk pelaksanaan program IP 400 tahun 2022. Lahan seluas 8.122 hektar telah disiapkan. Selama satu tahun petani akan melakukan empat kali tanam empat kali panen padi sehingga kebutuhan air untuk mengairi sawah sangat besar.

“Koordinasi perlu. Pertama karena Dam Colo Nguter jadi kewenangan BBWSBS dimana mereka yang berhak mengalirkan air dan menutup pintu air untuk perawatan. Kedua IP 400 ini program utama pemerintah dan Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2021 ini berhasil dan diberi kepercayaan menambah luas lahan di tahun 2022. Jadi petani butuh jaminan air,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Rabu (01/12/2021).

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah mengumpulkan kepala desa, camat, gabungan kelompok tani, kelompok tani dan petani di 12 kecamatan. Hasilnya petani menyatakan kesanggupannya menjalankan program IP 400. Petani juga meminta jaminan ketersediaan air dari aliran irigasi Dam Colo Nguter.

“Setiap satu tahun sekali selama satu bulan pintu air Dam Colo Nguter ditutup BBWSBS untuk perawatan rutin. Biasanya saat bulan Oktober. Ini yang dikhawatirkan petani karena dapat mengganggu IP 400. Sedang kami koordinasikan dengan BBWSBS sesuai permintaan petani agar Dam Colo Nguter tetap dibuka sepanjang tahun demi IP 400,” lanjutnya.

Bagas menjelaskan, apabila Dam Colo Nguter dibuka sepanjang tahun maka hasil panen padi IP 400 akan melimpah. Petani juga berhasil membantu pemerintah pusat menyediakan stok pangan nasional. “Tahun 2021 saja petani bisa berhasil meski ada penutupan pintu air Dam Colo Nguter untuk perawatan rutin tahunan. Apalagi nanti tahun 2022 apabila Dam Colo Nguter dibuka sepanjang tahun,” lanjutnya.

Bagas Windaryatno mengatakan, pemerintah pusat sudah memberikan target perluasan lahan IP 400 dari sebelumnya 2.088 hektar di tahun 2021 menjadi 5000 hektar pada tahun 2022 mendatang. Pemkab Sukoharjo langsung bergerak cepat melakukan rapat internal dan persiapan mulai lahan, petani dan teknis lainnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah melakukan sosialisasi dengan sasaran petani dan kepala desa disemua wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Hasilnya diketahui animo petani mengikuti pola tanam IP 400 sangat tinggi. Hal tersebut diketahui dari hasil luasan lahan yang siap ditanami padi IP 400 melebihi target. (Mam)

BERITA REKOMENDASI