Program Menabung Air Hujan Libatkan Masyarakat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Masyarakat di wilayah kering diminta untuk menabung air hujan sebagai solusi penanganan saat musim kemarau datang. Sistem akan dibangun Pemkab Sukoharjo dengan melibatkan pemerintah desa menggunakan dana desa dan alokasi dana desa (ADD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Selasa (27/8) mengatakan, program jangka panjang penanganan kekurangan air bersih untuk masyarakat di wilayah selatan terus dipikirkan. Kebutuhan tidak hanya pemenuhan konsumsi rumah tangga warga namun juga sektor pertanian dan tempat fasilitas umum.  "Sedang dipikirkan sekarang bagaimana penanganan masalah kedepan soal kekeringan dengan menabung air hujan," ujarnya.

Penanganan masalah kekeringan yang berdampak pada kekurangan air beraih warga harus ditangani dengan melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari Pemkab Sukoharjo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah pusat hingga pemerintah kecamatan dan desa. Keterlibatan semua pihak perlu dilakukan karena besarnya kebutuhan dana dan peran serta masing masing pemerintah.

Peran pemerintah desa salah satunya seperti penggunaan dana desa dan ADD untuk membangun sumber tampungan air hujan. Nantinya hasil tampungan tersebut bisa dipakai untuk pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim hujan. Bentuk bangunan bisa berupa bak penampungan air, sumur resapan dan apabila membutuhkan bisa dibangunkan waduk.

"Misal untuk membangun waduk memang butuh sangat besar dan perlu bantuan dari pemerintah pusat. Wacana itu kalaupun dibangun maka harus diambil titik tengah di wilayah selatan meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu," lanjutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, perkiraaan musim hujan sesuai informasi yang diterima melalui BMKG datang sekitar Oktober-November. Kemarau diprediksi masih terjadi pertengahan Agustus-September mendatang. Selama dua bulan kedepan diharapkan masyarakat dapat terpenuhi kebutuhannya. Sebab Pemkab Sukoharjo memberikan jaminan penuh dengan mengirimkan bantuan air bersih. 

Wilayah selatan meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu sudah lama terdampak kekeringan saat kemarau datang. Ratusan kepala keluarga (KK) kekurangan air bersih karena sumur mengering. "Air hujan kedepan akan lebih dimaksimalkan dengan cara ditampung. Kami istilahkan melalui program menabung air hujan dan akan digunakan saat musim kemarau sehingga kekeringan atau kekurangan air bersih sangat dirasakan," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI