Promosi Produk Unggulan, Pelaku UMKM Resmi Tempati GPPPD Graha Wijaya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya dan Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) diresmikan dan digunakan sebagai tempat promosi berbagai produk unggulan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sukoharjo secara gratis sampai Desember mendatang. Tempat tersebut sengaja disediakan Pemkab Sukoharjo untuk melindungi dan memajukan usaha pelaku UMKM. Berbagai produk dijual kepada pembeli dengan harga murah. Bahkan pembeli bisa melihat secara langsung proses pembuatan produk.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Rabu (31/10/2018) mengatakan, ada sebanyak 78 pelaku UMKM dengan berbagai produk menempati kios mulai dari lantai satu sampai empat di GPPPD Graha Wijaya Sukoharjo. Peresmian sekaligus penggunaan GPPPD Graha Wijaya memang baru bisa dilaksanakan sekarang meski secara fisik bangunan sudah cukup lama ada.

Penggunaan gedung yang berada di tengah kota Sukoharjo diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM Sukoharjo. Selain itu juga mempercepat gerak roda perekonomian Sukoharjo. Sebab ada banyak produk unggulan dari para pelaku UMKM Sukoharjo ditawarkan pada masyarakat.

Produk unggulan tersebut seperti kain dan pakaian batik, kerajinan rotan, mebel, jamu dan lainnya. Ada juga berbagai produk makanan dan minuman hasil olahan para pelaku UMKM Sukoharjo. Keberadaan mereka sangat penting tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha namun juga pekerja dan lingkungan sekitar.

"GPPPD Graha Wijaya menjadi tempat yang tepat dan sudah disediakan Pemkab Sukoharjo untuk kemajuan pelaku UMKM. Dukungan besar juga sudah dilakukan Pemkab Sukoharjo dengan tidak menarik biaya penggunaan kios atau gratis sejak digunakan sekarang sampai Desember mendatang," ujar Sutarmo.

Dengan difasilitasi tempat maka diharapkan pelaku UMKM bisa meningkatkan daya saing dengan menaikan penjualan. GPPPD Graha Wijaya juga akan dijadikan tempat bagi wisatawan untuk mendapatkan produk khas Sukoharjo sebagai oleh oleh.

Tidak kalah penting yakni diharapkan Pemkab Sukoharjo pada masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal. Sebab ada banyak produk unggulan yang dihasilkan pelaku UMKM. Bahkan beberapa diantaranya mampu menembus pasar internasional.

"Di Sukoharjo ada ribuan pelaku UMKM dengan berbagai produk yang dihasilkan. Tapi setelah melalui proses seleksi hanya ada 78 pelaku UMKM yang lolos dan berhak menempati kios di GPPPD Sukoharjo. Jumlah pelaku UMKM itu juga disesuaikan dengan kuota bangunan kios yang ada," lanjutnya.

Penempatan produk hasil karya pelaku UMKM sudah dibagi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo. Untuk lantai 1, terdapat 18 UMKM batik dan perajin, lantai 2 terdapat 18 UMKM fashion dan aksesoris, lantai 3 terdapat 26 UMKM yang terdiri dari 12 UMKM makanan dan 14 UMKM kuliner. Sedangkan lantai 4 untuk 18 UMKM produk elektronik dan handphone serta untuk Kantor PLUT. 

Di GPPPD Sukoharjo juga masih ada empat bangunan kios kosong yang rencananya akan dipakai sebagai anjungan tunai mandiri (ATM). Satu tempat diantaranya sudah dipesan oleh salah satu bank yang segera memasang mesin ATM.

"Pengembangan khususnya pemasaran produk hasil karya UMKM akan terus kami lakukan. Tidak sebatas menyediakan tempat tapi juga akan difasilitasi dengan berbagai kegiatan seperti kunjungan siswa sekolah dan wisatawan. Termasuk juga pemasaran melalui penjualan online," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, keberadaan pelaku UMKM sangat penting bagi peningkatan perekonomian daerah. Sebab mereka menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Banyak produk dihasilkan dengan menyerap ribuan tenaga kerja. Dengan demikian secara tidak langsung maka bisa mengurangi angka pengangguran.

Pemkab Sukoharjo sendiri memiliki kepedulian sangat besar terhadap keberadaan pelaku UMKM. Salah satunya dengan membangun GPPPD Graha Wijaya. Bangunan tersebut sekarang menjadi andalan bagi pelaku UMKM dalam memasarkan berbagai produk yang dihasilkan.

"Pelaku UMKM bisa menggunakan tempat di GPPPD Graha Wijaya secara gratis sampai Desember 2018. Setelah itu akan dievaluasi berapa besaran tarif yang akan dikenakan mulai Januari 2019 mendatang," ujarnya.

Keringanan penggunaan tempat di GPPPD Graha Wijaya diharapkan bisa membuat pelaku UMKM lebih semangat. Sebab mereka mendapat fasilitas penuh dari Pemkab Sukoharjo tanpa ditarik biaya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI