Prosedur Pengobatan Peserta BPJS Dipermudah

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Permudah akses kesehatan pada pemudik, prosedur pelayanan untuk peserta JKN-KIS akan disederhanakan. Dalam kondisi emergensi dan non-emergensi, pemudik yang selama butuh berobat selama perjalanan atau di tempat tujuan mudik tak perlu menggunakan surat rujukan serta melapor ke kantor BPJS setempat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, M. Farid, Kamis (15/06/2017) menjelaskan, kebijakan tersebut mengacu pada prinsip portabilitas, yakni jaminan berkelanjutan meski ‎peserta JKN-KIS pindah tempat tinggal atau kerja. Namun kemudahan prosedur ini hanya dilakukan antara 19 Juni hingga 21 Juli dan hanya berlaku untuk pemudik saja, baik selama perjalanan atau selama di tempat tujuan mudik. Syaratnya, pemudik cukup melampirkan Kartu kepesertaan BPJS yang aktif.

"Makanya ‎sebelum mudik, peserta BPJS harus memastikan tak terlambat membayar denda agar kepesertaanya aktif," terangnya.

Pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS, seperti rumah sakit dan puskesmas, untuk menjamin pemudik mendapat akses pelayanan kesehatan saat dibutuhkan, baik itu sakit ringan atau berat.

"Misal bila sakit ringan seperti sesak nafas selama perjalanan, pemudik bisa langsung mengakses puskesmas terdekat‎. Bila keadaan emergensi, pemudik bisa langsung mengakses IGD di rumah sakit tanpa rujukan," tambah Farid.

Selain pemotongan prosedur, BPJS kesehatan juga menyediakan berbagai informasi ‎melalui website ataupun aplikasi android yang bisa mengakses berbagai informasi tentang kesehatan, termasuk lokasi fasilitas kesehatan terdekat bila butuh berobat selama perjalanan mudik.

Diinformasikan, per Mei saat ini di wilayah Boyolali – Klaten, jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan sudah cukup tinggi, yakni sebanyak 621 ribu peserta dari sekitar 900 ribu warga Boyolali atau sebanyak 65 persen. Sementara untuk Klaten, jumlahnya mencapai 933 ribu peserta dari 1,2 juta atau sebanyak 82 persen.

"Kami juga mengimbau peserta BPJS agar rutin membayar iuran agar program jaring sosial ini bisa berjalan lancar‎," jelasnya. (R-11)

BERITA REKOMENDASI