Proyek Gagal, Kemacetan Simpang Tiga Kadilangu Belum Teratasi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Proyek pelebaran dan peningkatan jalan di simpang tiga Kadilangu, Baki untuk kali kedua kembali gagal. Pembangunan yang sudah dianggarkan sekitar Rp 2 miliar akan diusulkan lagi dikerjakan tahun depan. Kondisi tersebut berdampak pada kemacetan lalu lintas kendaraan disana belum mampu teratasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo, Rabu (23/10/2019) mengatakan, Proyek pelebaran dan peningkatan jalan di simpang tiga Kadilangu, Baki gagal lebih disebabkan karena faktor teknis lelang. Sebab sejak kali pertama dibuka beberapa bulan lalu hingga sekarang proses lelang menemui banyak kendala. Akibatnya tidak ada peserta lelang dinyatakan menang dan berhak mengerjakan proyek.

Dengan kondisi waktu yang sangat mepet tinggal dua bulan kedepan membuat DPUPR Sukoharjo memilih untuk tidak memaksakan diri mengerjakan proyek pelebaran dan peningkatan jalan di simpang tiga Kadilangu, Baki. Apabila dipaksakan maka memiliki resiko besar pengerjaan tidak dapat diselesaikan. Sebab batas waktu pengerjaan maksimal hingga akhir tahun 2019. Hal itu mengingat anggaran yang digunakan merupakan dana tahun ini.

“Kegagalan pelaksanaan lelang proyek sangat teknis sekali hingga akhirnya memang proyek ini gagal dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sendiri untuk mengerjakan proyek pelebaran dan peningkatan jalan di simpang tiga Kadilangu, Baki sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Karena gagal dikerjakan maka dana sepenuhnya dikembalikan ke daerah.

“Tahun depan di 2020 DPUPR Sukoharjo kembali akan menganggarkan dana itu untuk pengerjaan proyek pelebaran dan peningkatan jalan di simpang tiga Kadilangu, Baki. Mudah mudahan bisa lancar dan pembangunan bisa dikerjakan,” lanjutnya.

Proyek pelebaran dan peningkatan jalan di simpang tiga Kadilangu, Baki direncanakan Pemkab Sukoharjo untuk dikerjakan sebagai solusi mengatasi kemacetan lalu lintas. Sebab setiap hari selalu terjadi penumpukan kendaraan.

Kepala Dishub Sukoharjo Djoko Indrianto mengatakan, permintaan Dishub Sukoharjo untuk meminta pelebaran jalan kepada Pemkab Sukoharjo sepenuhnya sudah disetujui sejak tahun 2018 lalu. Namun rencana pembangunan batal terlaksana dan diharapkan bisa direalisasikan tahun 2019 ini.

Pelebaran jalan menjadi prioritas utama Dishub Sukoharjo di pertigaan Kadilangu, Baki sejak lama. Namun baru mendapatkan persetujuan dari Pemkab Sukoharjo setahun lalu. Persiapan juga telah dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak seperti DPUPR, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kecamatan Baki dan Satlantas Polres Sukoharjo. Masing masing pihak tersebut juga menyatakan dukungannya terkait rencana pelebaran jalan.

“Posisi jalan di pertigaan Kadilangu, Baki sangat padat kendaraan dan sering terjadi kemacetan panjang. Dilokasi tesebut harus dilakukan pelebaran jalan sebagai solusi dan kami harap dapat direalisasikan tahun ini,” ujarnya.

Dishub Sukoharjo sebelumnya telah memberikan kelengkapan sarana dan prasarana di pertigaan Kadilangu, Baki untuk mengatasi kemacetan kendaraan. Disana sudah dipasang trafficlight dan pos pantau. Selain itu juga ditempatkan petugas jaga setiap hari untuk melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan. Bahkan tambahan petugas juga telah dilakukan dari Satlantas Polres Sukoharjo.

Posisi trafficlight sekarang belum bisa difungsikan sepenuhnya dan hanya dipakai sebagai rambu peringatan saja. Apabila difungsikan maka dikhawatirkan semakin menambah panjang kemacetan kendaraan mengingat kondisi jalan belum memungkinkan.

“Posisi jalan di pertigaan sempit dan perlu dilakukan pelebaran. Disana sebelumnya juga ada beberapa pedagang kaki lima (PKL) dan sudah ditertibkan oleh Satpol PP. Sekarang tinggal pelaksanaan pembangunan saja dan kami serahkan ke DPUPR,” lanjutnya.

Persiapan pelaksanaan pembangunan pelebaran jalan di pertigaan Kadilangu, Baki akan terus dipantau oleh Dishub Sukoharjo. Sebab rencana proyek tidak boleh lagi gagal terlaksana.

“Kebutuhan pelebaran jalan ini sangat penting selain untuk rutinitas keseharian melancarkan arus lalu lintas kendaraan, juga pada momen tertentu seperti saat arus mudik lebaran. Titik di pertigaan Kadilangu, Baki sering macet karena jadi pertemuan kendaraan semua arah seperti Kota Solo dan Kabupaten Klaten,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI