Proyek JLT Dipersiapkan Hati-Hati

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Proyek pembangunan Jalur Lingkar Timur (JLT) rawan disalahgunakan oleh spekulan atau tengkulak tanah. Pemkab Sukoharjo menerapkan prinsip kehati-hatian khususnya berkaitan dengan pembebasan tanah terdampak karena tanah yang terkena proyek tidak hanya milik perorangan saja namun bisa juga tanah kas desa, tanah wakaf dan tanah yayasan. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Minggu (18/3) mengatakan, JLT merupakan salah satu proyek besar yang dipersiapkan Pemkab Sukoharjo pada Tahun 2018 selain pembangunan kantor baru Setda Sukoharjo. Khusus untuk JLT persiapan sudah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Pada pelaksanaan persiapan pembangunan JLT Pemkab Sukoharjo menerapkan prinsip kehati-hatian berkaitan dengan pembebasan tanah. Butuh kejelian dan ketelitian khususnya berkaitan dengan status tanah. Tujuannya agar kedepan setelah proyek terlaksana tidak menimbulkan masalah. 

Antisipasi masalah juga dilakukan berkaitan dengan spekulan tanah yang bisa menjadi pengacau proyek. Pemilik tanah terdampak sudah mendapatkan penjelasan resmi dari petugas. Mereka diharapkan bisa paham tentang rencana pembangunan tersebut. 

“Masyarakat sudah diberikan sosialisasi untuk mendukung pembangunan termasuk memberikan informasi resmi agar mereka tidak terpancing ulah spekulan tanah. Artinya para spekulan atau tengkulak tanah itu membeli tanah warga dengan harga murah dan kemudian mengajukan tuntutan ganti rugi besar saat pembangunan dikerjakan,” ujar Agus Santosa. 

Sampai saat ini Pemkab Sukoharjo belum membahas berapa besaran atau kisaran harga tanah ganti rugi pada warga terdampak JLT. Pemkab Sukoharjo setelah tahapan sosialisasi masih fokus pada persiapan lainnya salah satunya berkaitan dengan status tanah. 

“Kepemilikan tanah harus bisa dibuktikan dengan adanya sertifikat tanah resmi. Pemkab Sukoharjo berkaitan dengan ini sudah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI