PT. Tirta Investama Komitmen Atasi Masalah Sampah Plastik

KLATEN, KRJOGJA.com – Bangunan gedung bank sampah berukuran 8 X 15 meter persegi berdiri megah di pinggiran Jalan Raya Delanggu – Cokro, persisnya di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Di lokasi itu, komunitas peduli lingkungan beraktivitas memilah dan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi. Sampah-sampah yang diolah itu merupakan sampah yang dikumpulkan dari tiap rumah penduduk sekitar.

Bank sampah Sekar Keprabon yang berdiri sekitar empat tahun silam itu merupakan binaan PT. Tirta Investama Klaten. Keberadaan bank sampah tersebut telah berkontribusi membantu Pemerintah Kabupaten Klaten dalam menangani masalah sampah. Bahkan, ragam sampah yang telah diolah kini menjadi barang berharga dan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Berdirinya Bank Sampah Sekar Keprabon berawal dari rasa kepedulian yang ditunjukkan oleh PT. Tirta Investama Klaten. Bank sampah ini mengelola sampah dari masyarakat Desa Keprabon. Kami bekerjasama dengan bank sampah yang ada di desa. Sampah yang dibawa ke Bank Sampah Keprabon kemudian dipilah sesuai kemanfaatan," ujar Bagian Pemasaran Bank Sampah Sekar Keprabon, Muhammad Bardan, Kamis (7/6/2018).

Bardan menjelaskan, sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan diolah menjadi barang kreasi seperti dompet, figura foto, kipas, bunga, dan lain-lain. Selain dibuat aneka barang kreasi, sampah juga diolah menjadi pupuk kompos. Pengelolaan Bank Sampah Sekar Keprabon saat ini dikelola oleh enam orang yang merupakan masyarakat sekitar. Hasil kreasi untuk memenuhi permintaan pasar lokal.

Manager Sustainable Development PT. Tirta Investama Klaten, Rama Zakaria, mengatakan,  menyelesaikan persoalan sampah butuh komitmen yang kuat dan harus dilakukan secara bersama-sama. Dalam hal ini, PT. Tirta Investama Klaten terus menggiatkan pendampingan kepada masyarakat mengenai cara pengelolaan sampah. 

Dijelaskan, secara nasional, pada tanggal 5 Juni 2018, PT. Tirta Investama yang merupakan produsen air minum dalam kemasan merek Aqua telah mendeklarasikan peneguhan komitmennya terhadap pengelolaan sampah plastik. Ada tiga poin penting dari komitmen itu, yakni pengelolaan sampah itu sendiri, artinya, mengumpulkan sampah plastik lebih banyak dari pada yang diproduksi. Selain itu, mempelopori untuk mengedukasi persoalan sampah. Kemudian membuat produk yang mengandung unsur daur ulang. 

"Di Klaten, kami akan mengimplementasikan  program itu diinternal, yakni nol sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sedangkan eksternal, kami akan mengimplementasikan bijak berplastik bersama teman-teman komunitas. Tahun 2018 ini kami akan mencoba menemukan model pengelolaan sampah plastik di jalur pendakian Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Persoalan sampah di sana luar biasa. Nanti kami akan bekerjasama dengan taman nasional," ujarnya. (Lia)

 

BERITA REKOMENDASI