Puncak Hujan Januari, Masyarakat Waspada Bencana Alam

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Musim hujan di wilayah Sukoharjo diprediksi singkat namn diminta waspada terhadap segala bentuk kerawanan bencana alam. Puncak musim hujan sendiri diperkirakan akan terjadi pada Januari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Kamis (6/12) mengatakan, musim hujan sekarang diperkirakan hanya akan berlangsung separuh sekitar tiga sampai empat bulan dari biasanya tahun sebelumnya enam bulan lebih. Musim hujan sendiri turun di Sukoharjo sejak November dan diperkirakan puncaknya terjadi Januari mendatang. Setelah itu diprediksi akan kembali masuk musim kemarau.

"Perkiraan kami puncak musim hujan Januari mendatang. Tapi semua baru perkiraan mengingat perubahan cuaca sekarang sangat ekstrim dan sulit ditebak. Misal sekarang memang sudah masuk musim hujan tapi curah hujan rendah dan ada beberapa wilayah Sukoharjo yang masih mengalami kekeringan sampai mengakibatkan warga kekurangan air minum seperti di wilayah Kecamatan Weru," ujarnya.

Dia mengakui BPBD Sukoharjo sudah melakukan semua persiapan penanganan bencana alam pada masyarakat. Namun yang paling dikhawatirkan justru kemarau panjang. Sebab fenomena alam tersebut sangat besar dampaknya bagi Sukoharjo. Tidak sekedar warga kekurangan air minum akibat sumur kering namun juga menyerang sektor pertanian, peternakan dan perikanan di Sukoharjo.
kemungkinan potensi yang bakal terjadi.

"Ketika hujan turun maka manfaatkan semaksimal mungkin airnya dengan membuat resapan tanah agar tidak terjadi genangan. Air itu nanti akan sangat berguna saat musim kemarau dan kemungkinan akan berlangsung panjang," lanjutnya.

Sri Maryanto memprediksi usai puncak musim hujan Januari mendatang akan terjadi peralihan cuaca secara perlahan ke kemarau. Disaat seperti ini kerawanan bencana alam tidak hanya angin kencang saja namun juga kekeringan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI