Pupuk Karya Dosen UGM Ini Diminati Petani Klaten

KLATEN (KRjogja.com) – Impor pangan bisa memicu bencana pangan nasional. Sehubungan hal itu perlu ketahanan pangan nasional dengan peningkatan produksi pertanian. Salah satu upaya adalah dengan mengembalikan kesuburan tanah menggunakan humus buatan.

Hal itu dikemukakan Dosen jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Agus Kuncaka, pencipta pupuk SROP (slow release organic paramagnetic), dalam penyuluhan pertanian di Griya Iqro Desa Jemawan, Jatinom, Klaten, Selasa (9/8/2016).

Lebih lanjut Agus Kuncaka mengemukakan, hampir seluruh tanah pertanian di Indonesia saat ini dalam kondisi kritis, tidak subur lagi karena humus habis. Hal itu dikarenakan pemakaian pupuk kimia secara berlebihan.

Menurut Agus Kuncaka, pemaikaian pupuk kandang, tidak akan bisa mengembalikan kesuburan tanah yang sudah rusak tersebut. Salah satu cara adalah dengan menggunakan humus buatan (SROP).

“Tanah pertanian di Indonesia hampir semua sudah kritis. Penggunaan kompos tidak mampu menanggulangi kecepatan rusaknya humus. Untuk itu perlu humus buatan. Ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kembali hasil pertanian, demi kedaulatan pangan Indoenisa,” kata Agus Kuncaka.

Pembina Griya Iqro Musta’in dan Surono mengemukakan, kegiatan diikuti tiga kempok tani. Yakni dari Majasem Kecamatan Jogonalan, Jemawan Kecamatan Jatinom, dan Daleman Kecamatan Tulung. Dengan adanya penyuluhan tersebut, diharapkan para petani bisa bercocok tanam dengan baik, menggunakan bahan yang bisa mengembaikan kesuburan tanah, dan bisa meningkatkan produksi. (Sit)

BERITA REKOMENDASI