Pura-pura Mati, Pendaki Selamat Dari Pembunuhan

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Berpura-pura mati, Lusia Intan Wikayaningsih (17) seorang pendaki gunung Warga Klaten berhasil selamat saat dianiaya dan dirampas barangnya oleh teman mendakinya, Bagus Aulid Saputra warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, usai turun dari Gunung Slamet, Senin (17/09/2018) kemarin. Sehari setelah kejadian, pelaku langsung digelandang polisi.

Ditemui di RSUD Pandan Arang Boyolali, warga Desa Duwet Kecamatan Ngawen Klaten tersebut bercerita, perkenalannya dengan tersangka terjadi saat pada April lalu. Keduanya bertemu saat mendaki di Gunung Andong Magelang. Setelah berkenalan lebih jauh lewat telepon untuk mengisi waktu libur, mereka memutuskan naik ke Gunung Slamet.

Baca juga :

Penjaga Toilet Tewas Dianiaya, Polisi Periksa Lima Saksi

Masyarakat Solo Malah 'Selfie' di TKP Pengemudi Mercy Tabrak Pengendara Beat Sampai Tewas

Setelah keduanya bertemu di Solo mereka berangkat berboncengan menggunakan sepeda motor korban dan mulai melakukan pendakian Gunung Slamet melalui pintu pendakian Blambangan, Purbalingga pada Jumat (14/09/2018) pekan lalu dan turun pada Minggu (16/09/2018). Setelah semalam menginap di basecamp pendakian, pada Senin pagi mereka pulang dengan posisi korban membonceng tersangka.

"Selama pendakian dan perjalanan dia biasa saja, tidak ada yang aneh," tutur siswi kelas III di sebuah SMK di Klaten tersebut saat dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali, Rabu (19/09/2018).

Kejanggalan mulai dirasakan saat sampai di Magelang. Mereka ambil jalan pulang ke melalui wilayah Kopeng, namun tak melewati jalur utama dan malahan lewat jalur desa. Alasannya jalur tersebut lebih cepat sebab korban harus sekolah keesokan harinya. "Saat lewat jalan desa tersebut saya mulai curiga kalau tersangka punya maksud buruk," tambahnya.

Setelah menyisir jalan desa dan hutan, sekitar waktu maghrib, keduanya sampai di wilayah Kelurahan Mojosongo di batas Kota Boyolali. Korban semakin curiga sebab tersangka masuk ke perladangan warga dan berhenti.

Begitu motor berhenti, tersangka turun dari motor. Tanpa berkata apa-apa, ia mencopot helm korban dan langsung mencekik hingga korban terjatuh dari motor.

Sembari mencekik, cerita korban, tersangka mencoba menusuk perut korban dengan pisau, namun meleset dan mengiris pergelangan korban. Belum puas, tersangka meraih batu dan menghantamkannya berkali-kali ke kepala korban.

Dengan muka bermuluran darah dan lidah menjulur, korban lalu berdiam diri berpura-pura mati. Siasatnya ternyata berhasil. "Dalam kondisi seperti itu, entah kenapa tiba-tiba kepikiran untuk berpura-pura mati," katanya.

Sekitar beberapa menit, korban menahan napas membujur kaku. Mengira korbannya sudah mati, pelaku membawa barang dan motor korban. "Setelah pelaku pergi, saya masih diam sekitar sepuluh menit memastikan tersangka sudah pergi. Setelah yakin dia pergi, saya lalu pergi ke perumahan terdekat dan ditolong warga lalu dibawa ke rumah sakit," tambahnya.

Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto menjelaskan, usai kejadian pada Selasa (18/09/2018) sore kemarin, polisi langsung melakukan perburuan dan berhasil menangkap tersangka di wilayah Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Diamankan pula barang rampasan berupa satu unit sepeda motor dan telepon genggam milik korban. (Gal)

BERITA REKOMENDASI