Puskesmas Sukoharjo Catat Kasus Covid-19 di Sekolah

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRJOGJA.com –  Puskesmas Sukoharjo mencatat ada temuan kasus positif virus Covid-19 disejumlah sekolah. Temuan didapati setelah sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Semua kasus sudah ditangani petugas.

Kepala Puskesmas Sukoharjo Kunari Maharani, Rabu (9/2/2022) mengatakan, di wilayah Kecamatan Sukoharjo ada temuan kasus positif virus Covid-19 disejumlah sekolah. Temuan didapati di sekolah jenjang SD, SMP, SMA. Kasus didominasi di sekolah jenjang SD dan SMP.

Temuan kasus positif virus Corona setelah ada laporan masuk. Puskesmas Sukoharjo kemudian menindaklanjuti pemeriksaan dan pelacakan kontak erat.

Puskesmas Sukoharjo kali pertama menemukan kasus positif virus Corona di sekolah jenjang SMA. Terkonfirmasi positif virus Corona tersebut akhirnya dirujuk untuk menjalani rawat inap di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo. “Temuan kasus positif virus Corona di sekolah juga dilakukan pelacakan kontak erat teman satu kelas,” ujarnya.

Puskesmas Sukoharjo setelah ada temuan kasus positif  Covid-19 di sekolah langsung berkoordinasi dengan lurah. Hal itu dilakukan untuk menghidupkan kembali aturan PPKM dan mengaktifkan Jogo Tonggo. Usaha tersebut dianggap efektif menyasar masyarakat sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona.

“Pelacakan kontak erat dilakukan dengan swab antigen. Apabila hasilnya positif maka ditindaklanjuti dengan PCR,” lanjutnya.

Perkembangan sekarang Puskesmas Sukoharjo mencatat ada sebanyak 58 kasus positif virus Corona aktif. Sebagian besar mereka merupakan siswa sekolah. Semua kasus tersebut telah tertangani.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, mengatakan, kerumunan massa masih sering ditemukan saat Satpol PP Sukoharjo melakukan patroli wilayah. Temuan didapati baik di pusat keramaian seperti rumah makan, perbelanjaan modern, taman, sekitar lingkungan sekolah dan lainnya. Petugas juga menemukan kerumunan anak sekolah jajan disatu kawasan usai pulang sekolah karena banyak pedagang sudah mulai membuka usahanya.

“Kerumunan massa masih sering kami temukan. Sifatnya situasional. Artinya orang berkerumun di satu tempat untuk makan di rumah makan atau berbelanja di pusat perbelanjaan. Sedangkan kerumunan massa karena ada acara yang terencana seperti konser musik besar atau panggung hiburan belum kami temukan. Sudah kami lakukan tindakan atas pelanggaran tersebut,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI